Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 20 April 2026 | 14:20 WIB
Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo
Ketua Umum Termul Firdaus Oiwobo. [Suara.com/Rena Pangesti]
baca 10 detik
  • Firdaus Oiwobo mengkritik saran Jusuf Kalla agar Presiden Jokowi menunjukkan ijazah asli untuk mengakhiri polemik publik.
  • Firdaus menyatakan dirinya melarang Jokowi memamerkan ijazah karena adanya perlindungan data pribadi sesuai undang-undang yang berlaku.
  • Firdaus meminta Jusuf Kalla waspada terhadap provokasi pihak tertentu yang berupaya mengadu domba para tokoh bangsa Indonesia.

Suara.com - Ketua Umum Ternak Mulyono (Termul) sekaligus praktisi hukum, Firdaus Oiwobo, bereaksi keras atas pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik guna mengakhiri polemik yang berkepanjangan.

Kepada jurnalis Suara.com, Firdaus mempertanyakan motif di balik pernyataan Jusuf Kalla tersebut. Ia merasa heran mengapa JK baru mempersoalkan hal tersebut sekarang, padahal JK pernah mendampingi Jokowi sebagai orang nomor dua di Indonesia.

"Kalau hari ini Pak JK mempertanyakan ijazah Pak Jokowi, dari dulu ke mana saja? Beliau dulu pernah jadi orang nomor dua, kenapa tidak mempertanyakan hal tersebut?" ujar Firdaus, Senin (20/4/2026).

Firdaus bahkan melontarkan dugaan miring terkait sikap diam JK di masa lalu.

"Apa jangan-jangan beliau masih punya kekuasaan untuk bisnis makanya beliau diam saat itu? Jadi kalau beliau mempertanyakan ijazah saat ini, sama saja beliau mempermalukan dirinya sendiri. Terlebih ijazah Jokowi itu asli dan sudah banyak yang mengakui," tegasnya.

Melalui akun Instagram pribadinya @m.firdausoiwobo_sh, Firdaus juga memberikan pernyataan yang lebih menohok. Ia secara terang-terangan mengaku sebagai pihak yang melarang Presiden ke-7 Jokowi untuk memamerkan ijazahnya ke hadapan publik.

Menurutnya, ada aturan hukum yang melindungi data pribadi tersebut.

Firdaus Oiwobo - Joko Widodo (Instagram/Suara.com/Ari Welianto)
Firdaus Oiwobo - Joko Widodo (Instagram/Suara.com/Ari Welianto)

"Bapak mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saya Ketua Termul Pak. Yang melarang Pak Jokowi buka ijazah itu saya. Dan yang melarang paling tegas itu UU PDP (Pelindungan Data Pribadi)," kata Firdaus.

Ia menilai tidak ada kewajiban bagi seorang kepala negara untuk menanggapi tudingan dari pihak-pihak yang ia sebut dengan istilah kasar sebagai 'monyet-monyet' yang tidak pernah puas dengan kinerja pemerintah.

baca juga

"Terserah Pak Jokowi mau mengeluarkan ijazah atau tidak, tidak ada kewajiban menunjukkan ijazah ke hadapan 'monyet-monyet' itu Pak. Mereka ini selalu tidak puas dengan kinerja Jokowi," kata dia.

Waspada Adu Domba dan Singgung Roy Suryo

Lebih lanjut, Firdaus meminta Jusuf Kalla agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah hubungan antar tokoh bangsa.

Ia secara spesifik menyebut nama pakar telematika Roy Suryo dalam dugaannya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan dirinya sama sekali tidak sedang membahas dogma atau ideologi agama terkait pernyataannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung dilaporkan ke polisi. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan dirinya sama sekali tidak sedang membahas dogma atau ideologi agama terkait pernyataannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung dilaporkan ke polisi. (Suara.com/Bagaskara)

"Ini mah permainan Roy Suryo kayaknya, mau acak-acak negara ini diadu domba. Saya menduga ya. Bapak (JK) jangan terprovokasi, Bapak panutan kami," tuturnya.

Meski melayangkan kritik tajam, Firdaus mengaku tetap menghormati Jusuf Kalla sebagai sosok negarawan dan sesama orang Bugis.

Ia mengaku sedih melihat JK seolah sedang disudutkan oleh pihak tertentu, termasuk menyinggung persoalan lahan yang sempat menimpa sang mantan Wapres.

Di akhir pernyataannya, Firdaus mengajak seluruh tokoh bangsa, mulai dari Jokowi, Prabowo Subianto, SBY, hingga Megawati Soekarnoputri untuk tetap solid dan tidak terjebak dalam skenario adu domba.

"Jangan terpengaruh Pak, tetap solid. Jangan sampai Bapak diadu domba dengan Pak Jokowi. Beliau-beliau ini (Jokowi, Prabowo, SBY, Megawati) adalah orang-orang baik yang berjasa bagi negeri ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:56 WIB

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB

Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya

Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya

Tekno | Minggu, 19 April 2026 | 15:23 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

JK Bongkar Bukti Chat WA, Tolak Rismon dan Roy Suryo Terkait Buku 'Gibran EndGame'

JK Bongkar Bukti Chat WA, Tolak Rismon dan Roy Suryo Terkait Buku 'Gibran EndGame'

News | Minggu, 19 April 2026 | 14:15 WIB

Terkini

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling  Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:31 WIB

×