Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Senin, 20 April 2026 | 15:01 WIB
Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi
Paman Nurlette, perwakilan Aliansi Profesi Advokat Maluku melaporkan Permadi Arya dan Ade Armando ke Polda Metro Jaya. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)
baca 10 detik
  • Aliansi Profesi Advokat Maluku melaporkan Ade Armando dan Permadi Arya ke Polda Metro Jaya pada 20 April 2026.
  • Kedua terlapor diduga melakukan penghasutan dan provokasi melalui penyebaran potongan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM.
  • Tindakan tersebut dilaporkan memicu kegaduhan, kebencian, serta serangan negatif terhadap tokoh tertentu dan ajaran agama di media sosial.

Suara.com - Aliansi Profesi Advokat Maluku resmi melaporkan Ade Armando dan Permadi Arya ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penghasutan dan provokasi.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 20 April 2026.

Perwakilan pelapor, Paman Nurlette, menjelaskan laporan ini berkaitan dengan beredarnya potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurutnya, potongan video tersebut turut didistribusikan oleh kedua terlapor melalui kanal masing-masing, sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya sampaikan bahwa akibat atau dampak dari potongan video ceramah Bapak Jusuf Kalla pada saat ceramah di mimbar Masjid Kampus UGM yang telah dipotong dan kemudian didistribusikan atau ditransmisikan oleh Ade Armando melalui kanal YouTube Cokro TV dan akun Facebook Permadi Arya, itu menimbulkan kegaduhan,” ujar Nurlette di Polda Metro Jaya, Senin (20/4/2026).

Ia merinci, Ade Armando dilaporkan karena dianggap mengangkat kembali narasi lama terkait Jusuf Kalla dalam pembahasannya terhadap video tersebut.

“Kemudian dia semacam mendaur ulang narasi antik tahun 60-an tentang peran dan kiprah Pak JK yang diduga dulu ikut melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah ibadah. Itu dia mencoba untuk mendaur narasi itu,” katanya.

Nurlette menilai narasi tersebut sudah usang dan tidak pantas diangkat kembali karena berpotensi memicu sensitivitas dan mengganggu persatuan.

“Jadi ini artinya memantik kemarahan orang-orang umat agama tertentu terhadap Pak JK semakin besar itu karena narasi ini didaur ulang lagi. Harusnya mereka fokus untuk mengomentari dan mengkritisi ceramah dari Pak JK di UGM,” lanjutnya.

baca juga

Sementara itu, Permadi Arya dilaporkan karena dinilai melakukan penafsiran sendiri terhadap isi video ceramah tersebut. Penafsiran itu, menurut Nurlette, berpotensi menyudutkan Al-Qur’an.

“Dia mencoba menafsirkan sendiri, seakan-akan menyudutkan Al-Qur’an. Dia mengkomparasikan dua kitab, seolah-olah Injil hanya mengajarkan kasih kepada musuh, sementara Al-Qur’an memerintahkan permusuhan,” jelasnya.

Ia menegaskan, penafsiran terhadap teks keagamaan tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Nah, dia bukan mufasir, bukan seorang muhaddis, bukan ahli Al-Qur’an dan hadis. Itu berbahaya karena bisa menimbulkan kesalahan tafsir,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurlette menyebut unggahan keduanya memicu reaksi negatif di media sosial. Sejumlah warganet disebut tidak hanya menyerang Jusuf Kalla, tetapi juga menyasar agama Islam, Al-Qur’an, hingga Nabi Muhammad.

“Hal itu telah memantik pandangan negatif, rasa kebencian, dan permusuhan dari saudara-saudara umat beragama tertentu untuk menyerang kehormatan dan martabat Bapak Jusuf Kalla. Bahkan mereka ikut menyerang agama Islam, Al-Qur’an, dan Nabi Muhammad Rasulullah SAW,” ucapnya.

Ia juga menilai perbuatan kedua terlapor telah memenuhi unsur niat jahat atau mens rea, terutama dalam konteks penyebaran potongan video yang dinilai tidak utuh.

“Kalau video itu dipublikasikan secara utuh, tentu bisa dipahami secara komprehensif dan tidak kehilangan makna. Tapi karena dipotong, justru menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

Sebut Ijazah Jokowi Asli, Ketum Termul Firdaus Oiwobo ke JK: Jangan Mau Terprovokasi Roy Suryo

News | Senin, 20 April 2026 | 14:20 WIB

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

Tanggapi JK, Ketum Termul Firdaus Oiwobo: Jokowi Jadi Presiden Itu Kehendak Allah, Bukan Jasa Orang!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:56 WIB

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Rakyat

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Netizen Murka Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Penasihat Menteri Haji: KKN Bangkit Lagi

Netizen Murka Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Penasihat Menteri Haji: KKN Bangkit Lagi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:30 WIB

8 Cara Pakai Sunscreen untuk Pria Brewok agar Krim Tidak Menggumpal di Kumis

8 Cara Pakai Sunscreen untuk Pria Brewok agar Krim Tidak Menggumpal di Kumis

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Rekomendasi HP RAM 12GB Internal 256GB Murah Paling Worth It di 2026: Libas Game dan Multitasking!

Rekomendasi HP RAM 12GB Internal 256GB Murah Paling Worth It di 2026: Libas Game dan Multitasking!

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Kapolri Desak Vape Dilarang di Indonesia, Cairan Narkoba Sulit Dibedakan dari Liquid Biasa

Kapolri Desak Vape Dilarang di Indonesia, Cairan Narkoba Sulit Dibedakan dari Liquid Biasa

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Cara Menutup Flek Hitam dengan Concealer dan Cushion Tanpa Terlihat Tebal

Cara Menutup Flek Hitam dengan Concealer dan Cushion Tanpa Terlihat Tebal

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih

Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Pengguna Pertamax Beralih, Kuota BBM Pertalite Jebol

Pengguna Pertamax Beralih, Kuota BBM Pertalite Jebol

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Ulasan Novel Membunuh Commendatore: Bahasa Simpel, Misteri Berlapis

Ulasan Novel Membunuh Commendatore: Bahasa Simpel, Misteri Berlapis

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:20 WIB

New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita

New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×