Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 April 2026 | 11:13 WIB
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Laporan CREA mengungkapkan 83 persen produksi nikel Indonesia tahun 2025 masih terserap untuk industri baja tahan karat.
  • Ketergantungan pada PLTU batu bara dan teknologi RKEF menghambat Indonesia masuk ke rantai pasok kendaraan listrik global.
  • Tren global penggunaan baterai bebas nikel serta regulasi karbon ketat mengancam daya saing produk nikel nasional mendatang.

Suara.com - Ketergantungan industri hilirisasi nikel Indonesia pada batu bara dan pasar baja tahan karat dinilai menghambat peluang masuk ke rantai pasok kendaraan listrik (EV) global.

Laporan terbaru Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) mengungkap sebagian besar produksi nikel nasional masih terserap ke sektor baja tahan karat.

Dalam laporan bertajuk “Indonesia's Nickel: Aimed at EVs, but Still Parked in Stainless Steel”, disebutkan bahwa 83 persen produksi nikel Indonesia pada 2025 digunakan untuk baja tahan karat, sementara hanya 17 persen yang dialokasikan untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Temuan ini menunjukkan ketidaksesuaian antara ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri EV global dengan struktur industri nikel saat ini.

Ilustrasi Kendaraan Listrik ( Pexels/Smart-me AG )
Ilustrasi Kendaraan Listrik ( Pexels/Smart-me AG )

Pasalnya, baja tahan karat masih erat kaitannya dengan industri berbasis bahan bakar fosil, termasuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang hingga kini masih mendominasi pasar global.

Di sisi lain, industri nikel Indonesia juga masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive berbasis batu bara. Kapasitas PLTU captive bahkan diproyeksikan mencapai 31 gigawatt (GW), yang memperkuat jejak karbon dalam proses produksi nikel.

Analis Industri CREA, Syahdiva Moezbar, menilai kondisi ini menunjukkan bahwa ambisi hilirisasi nikel untuk mendukung kendaraan listrik belum diimbangi kesiapan teknologi dan rantai pasok domestik.

Ia menekankan pentingnya pengembangan teknologi pemurnian nikel seperti High-Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk meningkatkan produksi turunan bernilai tinggi.

Saat ini, sekitar 80 persen produksi nikel Indonesia masih menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), yang lebih banyak ditujukan untuk kebutuhan baja tahan karat dan membutuhkan energi lebih besar.

baca juga

Selain persoalan teknologi dan energi, tantangan juga datang dari perubahan tren global. Penggunaan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP), yang tidak membutuhkan nikel, kini mendominasi lebih dari 80 persen pasar China dan mulai diadopsi di Eropa. Tren ini berpotensi menekan permintaan nikel untuk kendaraan listrik di masa depan.

CREA juga menyoroti bahwa tingginya emisi dari industri nikel Indonesia dapat menjadi hambatan dalam menembus pasar global, terutama di tengah kebijakan lingkungan yang semakin ketat. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan regulasi baterai yang mewajibkan pelaporan jejak karbon, yang dapat memengaruhi daya saing produk nikel Indonesia.

Analis CREA lainnya, Katherine, menyebutkan bahwa upaya mengurangi ketergantungan pada PLTU captive bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga strategi industri jangka panjang. Menurutnya, pengembangan industri nikel perlu diiringi dengan pemanfaatan energi terbarukan dan perencanaan lokasi industri yang lebih terintegrasi.

“Tanpa pergeseran ke teknologi rendah karbon, nikel hijau berisiko hanya menjadi label tanpa nilai tambah,” ujarnya.

Laporan ini menyimpulkan bahwa reformasi industri nikel—mulai dari dekarbonisasi energi hingga adopsi teknologi pengolahan yang lebih bersih—menjadi kunci agar Indonesia dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari transisi global menuju energi bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat Tinggal Pajak Rp0, Cek Rincian Biaya Kendaraan Listrik Wuling Air EV 2026

Selamat Tinggal Pajak Rp0, Cek Rincian Biaya Kendaraan Listrik Wuling Air EV 2026

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 11:08 WIB

5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik

5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 22 April 2026 | 09:50 WIB

Solar Mahal, Harga Wuling Cloud EV Seken Berapa? Alternatif Menarik untuk Dilirik

Solar Mahal, Harga Wuling Cloud EV Seken Berapa? Alternatif Menarik untuk Dilirik

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Apakah Viva Whitening Cream Bisa Memutihkan Wajah? Ini Cara Pakai agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:23 WIB

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Kapan Awal Puasa 2027? Simak Hitung Mundur dan Jadwal Perkiraannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:20 WIB

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

Raffi Ahmad Tak Tahu soal Deklarasi Dihadiri Mahasiswa Bodong, Bintang Emon: Berarti Dimanfaatin!

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:15 WIB

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 13:14 WIB

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sambut 500 Tahun Ibu Kota, Jakarta One Running Gelar Seri Perdana di SCBD

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 13:05 WIB

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

×