Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:21 WIB
Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz
Selat Hormuz (CNN)
  • Kapal perang Iran merusak anjungan kapal kontainer di Selat Hormuz tanpa peringatan radio sebelumnya.

  • Donald Trump tetap memblokir pelabuhan Iran meskipun mengklaim adanya perpanjangan status gencatan senjata.

  • Iran menganggap blokade ekonomi Amerika Serikat sebagai tindakan perang dan menolak perundingan damai.

Suara.com - Aksi penembakan kapal kontainer oleh militer Iran di Selat Hormuz menjadi sinyal kegagalan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Serangan mendadak ini membuktikan bahwa gencatan senjata yang diklaim sepihak tidak mampu meredam ketegangan di jalur logistik global.

Dikutip dari CNN, insiden ini terjadi tepat saat Amerika Serikat justru memperketat pengepungan ekonomi dengan menutup akses pelabuhan utama milik Iran.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Kapal perang milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan mendekati kapal komersial tersebut tanpa memberikan peringatan komunikasi radio.

Pasukan elit tersebut langsung melepaskan tembakan yang mengakibatkan kerusakan serius pada bagian anjungan atau ruang kemudi kapal.

UK Maritime Traffic Organization (UKMTO) mengonfirmasi bahwa seluruh kru kapal dinyatakan selamat dari serangan fajar tersebut.

Meskipun bagian atas kapal hancur, tidak ditemukan adanya titik api maupun kebocoran limbah yang mengancam ekosistem laut.

Hingga saat ini, identitas bendera kapal serta koordinat pasti lokasi kejadian masih dirahasiakan oleh otoritas keamanan maritim.

Serangan ini menambah daftar panjang aksi militer Iran setelah sebelumnya dua kapal berbendera India juga menjadi sasaran tembak.

Pihak Garda Revolusi Iran sebelumnya telah mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika blokade ekonomi Amerika tetap berlanjut.

Konflik Diplomasi Antara Trump dan Teheran

Presiden Donald Trump menyatakan tetap memperpanjang gencatan senjata namun bersikeras mempertahankan pemblokiran pelabuhan yang telah memasuki pekan kedua.

Trump berdalih bahwa membuka kembali akses pelabuhan tanpa kesepakatan akhir hanya akan merusak posisi tawar perdamaian Amerika Serikat.

“Kami tidak akan membuka selat sampai kami memiliki kesepakatan akhir,” kata Trump pada hari Selasa di CNBC.

Di sisi lain, perundingan damai di Islamabad yang dijadwalkan melibatkan Wakil Presiden JD Vance terpaksa dibatalkan akibat situasi ini.

Iran menegaskan tidak akan duduk di meja perundingan selama kapal-kapal perang Amerika masih mengepung wilayah perairan mereka.

Utusan PBB dari Iran, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa langkah Washington mengakhiri pengepungan adalah syarat mutlak negosiasi.

“Segera setelah Washington mengakhiri blokade angkatan laut, saya pikir putaran negosiasi berikutnya akan diadakan di Islamabad,” ujar Amir Saeid Iravani.

Namun, penasihat senior negosiator Iran, Mahdi Mohammadi, menilai klaim gencatan senjata Amerika Serikat adalah sebuah kebohongan publik.

Menurut Mahdi Mohammadi, pengepungan pelabuhan yang terus berlanjut adalah sebuah “pengepungan” yang “tidak ada bedanya dengan pemboman.”

Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Arahgchi, bahkan melabeli tindakan blokade Amerika Serikat sebagai pemicu peperangan yang nyata.

Ancaman Kelumpuhan Ekonomi Energi Iran

Abbas Arahgchi menegaskan bahwa blokade AS tersebut merupakan “tindakan perang” dan merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memprediksi cadangan minyak di Pulau Kharg akan mencapai kapasitas penuh dalam hitungan hari.

Kondisi ini diprediksi akan memaksa sumur-sumur minyak Iran berhenti beroperasi karena tidak adanya akses distribusi ke pasar internasional.

Scott Bessent menegaskan bahwa blokade ini memang dirancang untuk melemahkan kekuatan finansial rezim Teheran secara sistematis.

Pulau Kharg sendiri merupakan pusat urat nadi produksi energi Iran yang kini terisolasi total akibat kebijakan militer Amerika Serikat.

Ketegangan di Selat Hormuz bermula dari keputusan Amerika Serikat untuk memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai instrumen tekanan politik.

Langkah ini diambil setelah negosiasi nuklir menemui jalan buntu, yang kemudian dibalas Iran dengan ancaman gangguan pada jalur pengiriman minyak dunia.

Konflik ini kini melibatkan keamanan kapal-kapal komersial internasional yang melintasi jalur sempit namun strategis di kawasan Teluk tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:51 WIB

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:48 WIB

Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik

Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:26 WIB

Kronologi Peserta UTBK 2026 Undip Tertangkap Bawa Alat Elektronik Ilegal ke Ruang Ujian

Kronologi Peserta UTBK 2026 Undip Tertangkap Bawa Alat Elektronik Ilegal ke Ruang Ujian

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:25 WIB

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:21 WIB

Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!

Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:09 WIB

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:58 WIB

Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!

Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:48 WIB

ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!

ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:07 WIB

Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!

Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:27 WIB

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB