Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

Galih Prasetyo

Kamis, 23 April 2026 | 09:48 WIB
Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pungutan tarif bagi kapal internasional yang melintasi jalur Selat Malaka.
  • Singapura dan Malaysia menolak rencana tersebut karena berkomitmen menjaga prinsip kebebasan navigasi serta hukum internasional.
  • Pemerintah Malaysia menekankan bahwa kebijakan strategis di Selat Malaka harus melalui konsensus keempat negara pesisir terkait.

Suara.com - Wacana yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembayaran tarif kapal internasional yang melintas di Selat Malaka ditolak Malaysia dan Singapura.

Purbaya menyebut selama ini kapal-kapal bebas melintas tanpa dikenakan biaya.

Menkeu Purbaya menambahkan, gagasan tersebut terinspirasi dari rencana Iran yang ingin mengenakan tarif di Selat Hormuz.

Menurutnya, jika diterapkan bersama Malaysia dan Singapura, kebijakan itu berpotensi menghasilkan pendapatan besar.

“Iran berencana menarik biaya di Selat Hormuz. Jika kita bagi bertiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, hasilnya bisa signifikan,” kata Purbaya.

Namun, usulan ini langsung mendapat respons tegas dari negara tetangga.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa belum mengetahui soal wacana penerapan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN jalan tol. [Antara]
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa belum mengetahui soal wacana penerapan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN jalan tol. [Antara]

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menolak keras rencana tersebut dan menegaskan pentingnya kebebasan pelayaran.

“Hak lintas dijamin untuk semua pihak. Kami tidak akan mendukung upaya pembatasan atau pungutan di wilayah kami,” ujarnya dilansir dari Tuoi Tre.

Sikap serupa juga disampaikan oleh Malaysia melalui Menteri Perhubungan Anthony Loke.

baca juga

Anthony Loke menegaskan komitmen negaranya terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi di jalur laut tersebut.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan menekankan pengelolaan Selat Malaka tidak hanya dibicarakan oleh tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura, tapi juga Thailand.

“Apa pun yang ingin dilakukan di Selat Malaka harus melibatkan keempat negara tersebut. Tidak bisa dilakukan secara sepihak,” tegasnya dilansir dari Berita Harian.

Hasan menjelaskan, kerja sama regional telah lama dibangun melalui patroli bersama dan perjanjian keamanan maritim.

Prinsip utama yang dipegang adalah setiap kebijakan harus disepakati bersama, bukan ditentukan oleh satu negara saja.

“ASEAN itu berbasis konsensus. Bahkan di tingkat komite kecil sekalipun, semua keputusan diambil bersama,” tambah Hasan.

Malaysia juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip ASEAN, termasuk konsep Zona Damai, Bebas, dan Netral (ZOPFAN). Negara itu ingin tetap menjaga posisi netral di tengah rivalitas kekuatan global.

“Kita negara perdagangan dengan ekonomi terbuka. Kita tidak bisa terlihat berpihak. Jika itu terjadi, ekonomi kita bisa terganggu,” ujar Hasan.

Pihak Malaysia menegaskan bahwa stabilitas Selat Malaka bukan hanya kepentingan nasional, tetapi juga tanggung jawab bersama kawasan dan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:21 WIB

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?

News | Kamis, 23 April 2026 | 08:58 WIB

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump

News | Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Mau Tiru Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal di Selat Malaka: Lumayan Kan?

Mau Tiru Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal di Selat Malaka: Lumayan Kan?

Video | Rabu, 22 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×