Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 22 April 2026 | 14:54 WIB
Kisah Mbah Tiwi: Tubuh Bungkuk di Balik Asap Tungku Arang, Jemput Rezeki Terhormat di Usia 76 Tahun
Mbah Tiwi, pemilik warung sederhana di Jl. Kolonel Sugiyono Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (22/4/2026). (Suara.com/Hiskia Andika Weadcaksana)
  • Sumartiwi, seorang perempuan berusia 76 tahun, telah berjualan nasi rames di Jalan Kolonel Sugiyono, Yogyakarta, sejak tahun 2001.
  • Mbah Tiwi mengelola warung sederhananya secara mandiri dengan memasak menggunakan tiga tungku arang tradisional setiap harinya.
  • Meski hidup sebatang kara, ia tetap gigih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung kepada orang lain.

Jarak rumahnya di Kotagede ke lapaknya mencapai sekitar 4 kilometer. Tidak dengan diantar atau menggunakan kendaraan bermotor, ia mengayuh sepeda tuanya setiap hari melintasi jalanan Kota Jogja.

Sekira pukul 08.00 WIB, Mbah Tiwi sudah tiba di lapak sederhananya untuk mempersiapkan semuanya. Proses memasak yang memakan waktu cukup lama karena dilakukan semua sendiri.

Namun sebelum jam makan siang, semua masakannya dipastikan sudah siap untuk dihidangkan.

Saat hujan turun deras, lapak sederhana Mbah Tiwi menjadi titik kebersamaan yang hangat. Biasanya, toko sepatu dan toko lain di sekitar lokasi sudah seperti keluarga.

Mereka kerap membantu memasang terpal saat hujan, bahkan tak jarang ikut melayani diri sendiri saat membeli makanan.

"Sudah sering pada membuat minum kopi, ambil makan sendiri," ucapnya.

Hubungan itu terjalin bukan sekadar antara penjual dan pembeli, melainkan kedekatan yang tumbuh dari waktu ke waktu. Mereka membantu, sekaligus melarisi dagangan Mbah Tiwi.

Pada pukul 04.00 sore, Mbah Tiwi sudah bersiap pulang kembali ke Kotagede.

Semangat Nyata di Usia Senja

Di balik segala kesederhanaannya, Mbah Tiwi mencerminkan semangat Kartini masa kini. Tidak dalam ruang besar atau panggung megah, melainkan dalam keseharian yang penuh perjuangan.

Ia bekerja, bertahan, dan mandiri di usia senja, tanpa bergantung pada siapa pun.

Sebelum menekuni usaha kuliner ini bersama suami keduanya, Mbah Tiwi sempat memiliki latar belakang sebagai seorang penjahit. Namun, nasib membawanya ke pinggir jalan untuk menjajakan nasi rames.

Meskipun hasil dagangannya tidak berlimpah, ia merasa cukup.

Sebab hasil tersebut mampu menutup biaya kebutuhan dasar seperti membayar listrik, air, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rumah yang ia tempati.

"Ya (keuntungan) cukup untuk bayar listrik dan PAM dan PBB, rumah tinggalan simbok (orang tua). Sebulan menyisihkan 300an untuk bayar itu," ungkapnya.

Prinsip kemandirian Mbah Tiwi ini sejalan dengan semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini. Ia tidak meminta-minta, melainkan menjemput rezeki dengan tangan sendiri.

Lapak Mbah Tiwi bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang sosial yang penuh kekeluargaan. Para pelanggan di sana sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Meskipun sesekali, ia harus menahan posisi tubuhnya yang semakin condong ke depan, bertumpu pada kekuatan yang tersisa. Namun tak ada tanda ingin berhenti.

Di balik fisik yang renta, ada keteguhan yang tak goyah bahwa selama tangan masih bisa bergerak dan tungku masih bisa menyala, hidup harus tetap berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Disadari, 10 Hal di Rumah Ini Bisa Menutup Pintu Rezeki Menurut Feng Shui

Tanpa Disadari, 10 Hal di Rumah Ini Bisa Menutup Pintu Rezeki Menurut Feng Shui

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 11:08 WIB

5 Shio Paling Hoki 22 April 2026, Panen Rezeki Tak Terduga

5 Shio Paling Hoki 22 April 2026, Panen Rezeki Tak Terduga

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:50 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 8 April 2026: Siap-Siap Banjir Rezeki dan Kemakmuran

4 Shio Paling Beruntung pada 8 April 2026: Siap-Siap Banjir Rezeki dan Kemakmuran

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 17:16 WIB

Terkini

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB