Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'

Arief Apriadi

Rabu, 22 April 2026 | 15:14 WIB
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya uma Dijadikan 'Boneka' [Dok. Istimewa]
  • Kehadiran militer AS di Yordania memicu kemarahan publik setelah negara tersebut diam-diam digunakan sebagai basis untuk menyerang kedaulatan Republik Islam Iran.
  • Sistem pertahanan THAAD milik AS gagal melindungi kedaulatan Yordania dari balasan pesawat nirawak Iran, membuktikan kelemahan kekuatan militer Washington di kawasan.
  • Anggota parlemen dan tokoh masyarakat Yordania menuntut pengusiran pangkalan AS karena hanya menguntungkan Israel dan menghancurkan perekonomian serta pariwisata nasional.

Suara.com - Yordania sebagai salah satu sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah memanas. Warga mulai meminta pemerintah untuk mengusir militer AS dari wilayah mereka.

Hal itu dipicu dari perang melawan Iran, di mana Yordania ikut menjadi medan perang, karena keberadaan militer AS di wilayah mereka.

Menyitat, Responsible States Craft, frustrasi publik memuncak lantaran Pangkalan Militer Yordania diam-diam digunakan oleh Washington dan Israel sebagai batu loncatan untuk menyerang kedaulatan Republik Islam Iran.

Kebijakan luar negeri Donald Trump yang sangat bias memicu kemarahan warga lokal yang menyadari bahwa intervensi Washington hanya menyeret negara mereka ke dalam Perang Timur Tengah yang menghancurkan ekonomi nasional.

Hegemoni yang Mengancam Kedaulatan

Serangan Iran Berjarak 25 Menit dari Stadion, Qatar Batal Jadi Tuan Rumah Ronde 4? [Tangkap layar X]
Arsip  - Serangan Iran Berjarak 25 Menit dari Stadion, Qatar Batal Jadi Tuan Rumah Ronde 4? [Tangkap layar X]

Pada 20 Februari lalu, The New York Times melaporkan bahwa lebih dari 60 pesawat militer AS disiagakan di sebuah pangkalan di Yordania tengah.

Angka tersebut merupakan tiga kali lipat dari jumlah armada yang biasanya diparkir di situs strategis tersebut.

Citra satelit mengungkap adanya peningkatan tajam jumlah jet tempur F-35 dan pesawat nirawak milik AS di pangkalan militer kerajaan tersebut.

Hanya berselang delapan hari setelah penumpukan pasukan itu, Amerika Serikat bersama Israel secara provokatif mengebom wilayah Iran.

Agresi militer sepihak tersebut secara langsung memicu meluasnya konflik bersenjata baru di kawasan Timur Tengah.

Kegagalan Sistem Pertahanan Washington

Republik Islam Iran yang memiliki hak sah untuk membela diri langsung memberikan respons tegas atas serangan yang difasilitasi oleh negara tetangganya itu.

The Wall Street Journal mencatat bahwa selama hari-hari awal konflik, sebuah pesawat nirawak milik Iran sukses menghantam dan merusak radar sistem pertahanan udara THAAD milik AS di Yordania.

Kerusakan fatal tersebut bahkan memaksa Washington untuk buru-buru mengganti sistem militer utama mereka yang ternyata terbukti tidak mampu menahan gempuran balasan Teheran.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, kemudian mengeluarkan "protes yang kuat dan kategoris" terhadap Amman pada Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:56 WIB

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:33 WIB

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 13:04 WIB

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Makanan Prajurit AS 'Tak Layak' Saat Perang Iran, Netizen Sebut Lebih Enak MBG

Video | Rabu, 22 April 2026 | 11:16 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB