Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!

Muhammad Yasir

Kamis, 23 April 2026 | 08:48 WIB
Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!
Tampang Frendry Dona alias Fhoku (38) otak pengendali laboratorium tersembunyi yang memproduksi cartridge vape etomidate di Jakarta Timur. [Suara.com/Bareskrim]
  • Bareskrim Polri menerbitkan status DPO terhadap Frendry Dona sebagai pengendali laboratorium narkoba ilegal di kawasan Jakarta Timur.
  • Penyelidikan bermula dari laporan pengemudi ojek online terkait pengiriman paket berisi cartridge vape mengandung zat berbahaya etomidate.
  • Penggerebekan gudang di Pulogadung mengungkap peredaran narkoba terstruktur dengan barang bukti senilai lebih dari 410 juta rupiah.

Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Frendry Dona alias Fhoku (38).

Pria ini diburu lantaran menjadi otak pengendali clandestine lab atau laboratorium tersembunyi yang memproduksi cartridge vape berisi zat berbahaya etomidate di kawasan Jakarta Timur.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan peran vital Frendry dalam jaringan ini.

"DPO atas nama Frendry Dona alias Fhoku yang berperan sebagai pengendali clan lab etomidate di Jakarta," ujar Eko dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Residivis Berkulit Putih

Berdasarkan foto DPO yang dirilis, Frendry Dona memiliki ciri fisik yang cukup mencolok.

Ia memiliki kulit putih dengan wajah oriental dan mata sipit yang tajam. Rambutnya hitam lurus dengan potongan poni lempar yang menutupi dahi hingga hampir menyentuh telinga.

Dalam surat DPO Nomor: DPO/57/IV/2026/Dittipidnarkoba, polisi merinci tinggi badan Frendry sekitar 165 cm dengan berat 65 kg. Ia memiliki hidung mancung dengan bentuk bibir yang tidak terlalu tebal.

Rekam jejaknya pun cukup kelam, ia merupakan pemain lama dalam dunia gelap narkotika.

"Yang bersangkutan merupakan residivis kasus narkoba," ungkap Eko.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Frendry Dona alias Fhoku (38) otak pengendali laboratorium tersembunyi yang memproduksi cartridge vape etomidate di Jakarta Timur. [Suara.com/Bareskrim]
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Frendry Dona alias Fhoku (38) otak pengendali laboratorium tersembunyi yang memproduksi cartridge vape etomidate di Jakarta Timur. [Suara.com/Bareskrim]

Siasat Licin Manfaatkan 'Ojol'

Terbongkarnya identitas Frendry berawal dari keberanian seorang pengemudi ojek online (ojol).

Driver tersebut curiga dengan paket yang diantarnya pada Senin (13/4/2026) malam dan langsung melapor ke Bareskrim Polri. Setelah diperiksa melalui X-ray, paket tersebut ternyata berisi narkoba.

"Didapatkan 13 bungkus catridge warna hitam berlogo 'Mafia' diduga bersisi cairan etomidate dan satu bungkus bening yang diduga berisi sabu," jelas Eko.

Polisi kemudian melakukan operasi penyamaran (undercover delivery) sebagai pengemudi ojol.

Jaringan ini diketahui sangat terstruktur dan licin, mereka berpindah-pindah titik serah barang mulai dari Pesanggrahan hingga hotel di kawasan Matraman guna memutus jejak.

Merek 'Mafia' dan 'Yakuza'

Dari hasil pengembangan, polisi menangkap tersangka Ananda Wiratama yang mengaku sudah 37 kali melakukan pengiriman atas perintah Frendry Dona.

Polisi kemudian menggerebek sebuah unit apartemen di Pulogadung yang dijadikan gudang pengemasan.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan "pabrik" mini dengan berbagai barang bukti seperti 2 alat pres, timbangan digital, serta ratusan bungkus vape siap edar dengan merek provokatif seperti 'Mafia', 'Yakuza', hingga 'Supreme'.

Total nilai barang bukti yang disita ditaksir mencapai Rp410.781.120.

"Berdasarkan fakta yang diperoleh dari hasil penyelidikan, penindakan di lapangan, serta keterangan awal para tersangka yang diamankan, diketahui bahwa peredaran narkoba tersebut beredar secara tersetruktur," beber Eko.

Polisi kekinian mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Frendry Dona untuk segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi nomor penyidik di 082272274949 dan 08121385050.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!

Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:26 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:46 WIB

Modus Perusahaan Cangkang, Bareskrim Sikat Penyelundup 56 Ribu iPhone Ilegal Senilai Rp235 Miliar!

Modus Perusahaan Cangkang, Bareskrim Sikat Penyelundup 56 Ribu iPhone Ilegal Senilai Rp235 Miliar!

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB