LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

Muhammad Yasir

Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB
LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?
Tabung-tabung gas yang dijual oleh salah satu agen elpiji nonsubsidi di Jalan Haji Jian, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
baca 10 detik
  • Harga gas LPG nonsubsidi 12 kg di Jakarta Selatan naik sebesar Rp38.000 menjadi Rp248.000 per tabung.
  • Pemilik agen di Cipete Utara melaporkan banyaknya protes pelanggan akibat kenaikan harga yang dirasa sangat signifikan.
  • Volume penjualan tetap stabil karena gas merupakan kebutuhan pokok meski pelaku usaha kecil terdampak kenaikan tersebut.

Suara.com - Agen penyalur gas LPG di Jakarta Selatan mengeluhkan lonjakan harga tabung gas nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) yang meroket dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga yang mencapai Rp38.000 per tabung tersebut memicu gelombang komplain dari pelanggan yang merasa terbebani oleh kebijakan mendadak ini.

Suryati Budi Rahayu, pemilik agen gas di Jalan Haji Jian, Cipete Utara, Kebayoran Baru, mengungkapkan bahwa kenaikan kali ini merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Kalau sekarang ini memang tinggi, lebih parah dari biasanya. Biasanya, kenaikan tidak sebesar ini,” ujar Suryati saat ditemui di tokonya, Kamis (23/4/2026).

Pelanggan Mulai Protes

Suryati memerinci, harga elpiji 12 kg kini menyentuh angka Rp248.000 per tabung, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp210.000.

Selisih harga yang cukup besar dalam waktu singkat ini menurutnya, membuat banyak konsumen melayangkan protes saat melakukan pembelian.

“Paling banyak yang komplain, ‘Kok naik harganya?’ Tapi kami hanya bisa menjelaskan bahwa itu sudah kebijakan dari pusat. Informasinya juga sudah disampaikan lewat televisi,” jelas Suryati.

Meskipun banyak dihujani keluhan, Suryati mencatat bahwa daya beli masyarakat sejauh ini masih relatif stabil. Belum ada penurunan volume penjualan yang drastis, mengingat gas merupakan kebutuhan pokok yang sulit digantikan.

baca juga

“Memang ada komplain di awal, tapi lama-lama biasanya juga kembali normal. Sejauh ini, orderan masih berjalan, belum terlihat ada penurunan,” tambahnya.

Namun, Suryati mewanti-wanti dampak jangka panjang dari kebijakan ini, terutama bagi pelaku usaha mikro seperti jasa laundry dan rumah makan yang sangat bergantung pada gas 12 kg.

Ia menilai momentum kenaikan harga LPG ini tidak tepat karena terjadi berbarengan dengan melambungnya harga kebutuhan pokok lainnya.

“Kasihan juga, apalagi sembako juga naik semua, plastik-plastik naik, semuanya naik, jadi sulit," pungkas Suryati. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:55 WIB

Rugikan Negara Rp243 Miliar! Bareskrim Sikat 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Rugikan Negara Rp243 Miliar! Bareskrim Sikat 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:30 WIB

LPG Nonsubsidi Naik, Berapa Harga Gas 3 Kg Sekarang? Cek Update Harga Resmi di Sini!

LPG Nonsubsidi Naik, Berapa Harga Gas 3 Kg Sekarang? Cek Update Harga Resmi di Sini!

News | Senin, 20 April 2026 | 15:31 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×