Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Galih Prasetyo

Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB
Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi
Seorang anggota Ku Klux Klan yang mengaku bernama Gary Munker tengah berposes saat diwawancarai AFP di Hampton Bays, New York, AS, 22 November 2016. [William EDWARDS / AFP]
baca 10 detik
  • Departemen Kehakiman AS mendakwa SPLC menyalurkan dana jutaan dolar kepada pemimpin kelompok ekstremis selama satu dekade terakhir.
  • Dana tersebut diberikan secara rahasia kepada anggota neo-Nazi dan supremasi kulit putih tanpa sepengetahuan para donatur organisasi.
  • Pihak SPLC membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pembayaran bertujuan mengumpulkan intelijen mengenai kelompok yang dianggap berbahaya.

Suara.com - Organisasi hak sipil ternama Amerika Serikat, Southern Poverty Law Center (SPLC) dituduh menyalurkan dana jutaan dolar kepada pemimpin kelompok kebencian dari Ku Klux Klan hingga Neo Nazi.

Tuduhan ini diungkap oleh Departemen Kehakiman AS dalam dakwaan yang mencakup penipuan hingga pencucian uang.

Menurut jaksa, SPLC diduga menggelontorkan lebih dari 3 juta dolar AS selama hampir satu dekade kepada sejumlah informan lapangan yang menyusup ke kelompok ekstremis.

Namun, praktik tersebut disebut tidak pernah diungkap kepada para donatur.

Dari hasil penyelidikan, dana tersebut diberikan secara rahasia kepada sedikitnya delapan individu yang memiliki posisi penting dalam kelompok supremasi kulit putih dan neo-Nazi.

Beberapa di antaranya bahkan diduga tetap aktif menyebarkan ujaran kebencian saat menerima bayaran.

Kelompok Neo-Nazi Jerman dan Eropa melakukan pawai di Berlin, untuk memperingati 30 tahun kematian Rudolf Hess, Sabtu (19/8/2017). [Tobias SCHWARZ / AFP]
Kelompok Neo-Nazi Jerman dan Eropa melakukan pawai di Berlin, untuk memperingati 30 tahun kematian Rudolf Hess, Sabtu (19/8/2017). [Tobias SCHWARZ / AFP]

“Ini seperti membayar pembakar untuk membantu memadamkan api,” ujar Gene Hamilton, seorang pengacara dari kelompok hukum konservatif seperti dilansir dari NY Post.

Salah satu kasus yang mencuat adalah pembayaran hingga 1 juta dolar kepada anggota kelompok neo-Nazi yang disebut membantu mencuri dokumen internal organisasi ekstremis.

Dokumen itu kemudian digunakan untuk laporan investigatif SPLC.

baca juga

Selain itu, seorang informan lain yang terlibat dalam koordinasi aksi supremasi kulit putih di Charlottesville 2017 juga diduga menerima ratusan ribu dolar.

Ia disebut tetap memposting komentar rasis atas arahan pihak tertentu.

Di sisi lain, CEO SPLC Bryan Fair membantah tudingan tersebut dan menyebut organisasinya menjadi target politisasi.

Fair menegaskan pembayaran dilakukan untuk memperoleh intelijen terhadap kelompok yang dianggap berbahaya.

“Ini adalah upaya untuk mengumpulkan informasi kredibel tentang kelompok yang sangat ekstrem,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:25 WIB

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?

Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 15:32 WIB

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:42 WIB

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:52 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×