Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 11:30 WIB
Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing
Peternakan sapi (Pexels/Yan Krukau)

Suara.com - Industri makanan kerap membuat janji besar soal keberlanjutan, namun, sejumlah data dan penelitian menunjukkan hal berbeda. Padahal, sektor peternakan menyumbang sekitar 16,5 persen emisi gas rumah kaca global.

Di tengah sorotan publik, perusahaan daging dan susu ramai mengklaim komitmen pengurangan emisi. Namun, sejauh mana itu benar?

Analisis yang dilaporkan New Scientist menunjukkan, sebagian klaim tersebut lebih dekat ke strategi komunikasi, atau greenwashing, ketimbang langkah nyata.

Metodologi Analisis Klaim Perusahaan

Tim peneliti yang dipimpin oleh Jennifer Jacquet dari Universitas Miami melakukan tinjauan terhadap laporan keberlanjutan serta situs web yang ditujukan untuk konsumen dari 33 perusahaan daging dan susu terbesar di dunia. Data yang dianalisis mencakup periode antara tahun 2021 hingga 2024.

Dalam kurun waktu tersebut, tim peneliti mengidentifikasi 1.233 klaim lingkungan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar. Jacquet mengungkapkan tujuan dari analisis ini adalah untuk memisahkan antara rencana tindakan yang konkret dengan pernyataan yang bersifat humas.

Temuan Validitas Klaim dan Pertanggungjawaban Komitmen Nol Emisi Bersih

Dari 1.233 klaim tersebut, Jacquet mengatakan bahwa hampir semua hasilnya merupakan klaim yang menipu atau sengaja menyesatkan. “Hampir semuanya – 98 persen – dapat diklasifikasikan sebagai greenwashing,” katanya.

Hal ini terlihat dari janji samar tentang komitmen iklim di masa depan tanpa menawarkan rencana yang jelas untuk mencapainya, bahkan lebih dari dua pertiga pernyataan lainnya tidak memiliki bukti pendukung. Hanya tiga klaim dalam penelitian tersebut yang didukung oleh literatur ilmiah.

Sebanyak 17 dari 33 perusahaan yang dievaluasi telah menetapkan target nol emisi bersih. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa klaim ini umumnya masih jauh dan bergantung pada skema kompensasi karbon daripada berfokus pada pengurangan emisi aktual.

Perbandingan Antara Klaim dan Tindakan Nyata

Laporan tersebut juga menyandingkan klaim berorientasi masa depan dengan langkah-langkah konkret yang telah diimplementasikan perusahaan. Salah satu proyek percontohan pertanian regeneratif hanya melibatkan 24 pertanian, yang merepresentasikan 0,0019 persen dari total operasi global perusahaan tersebut. Sementara itu, perusahaan lain juga mempromosikan perubahan kecil pada kemasan, seperti pengurangan lebar pita perekat pada kemasan sosis sebesar 3 milimeter.

Perspektif Ahli

Para peneliti dan akademisi yang terlibat dalam pembahasan ini memberikan catatan mengenai dinamika industri. Marco Springmann dari Universitas Oxford mencatat bahwa klaim-klaim industri tersebut sering kali bersifat hiasan semata.

Di sisi lain, Tim Benton dari Universitas Leeds menyampaikan pandangannya mengenai tekanan pasar saat ini. Menurut mereka, terdapat insentif bagi perusahaan besar untuk memberikan janji yang progresif guna memposisikan diri di pasar.

“Mau tidak mau, seperti halnya tembakau dan bahan bakar fosil, ada juga pelaku pasar yang akan menggunakan manipulasi informasi dan disinformasi untuk melindungi bisnis mereka,” tambahnya.

Pete Smith dari Universitas Aberdeen, yang turut berkontribusi dalam pengembangan kerangka kerja analisis greenwashing ini, menyatakan bahwa temuan tersebut konsisten dengan pola yang lazim terjadi di industri saat ini. “Temuan tersebut tidak mengejutkan saya,” kata Smith.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:45 WIB

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB