Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 April 2026 | 13:15 WIB
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
Aksi demo Palestine Action di Ingris yang menduduki pabrik drone milik Israel.[Instagram/pal_action]
baca 10 detik
  • Aktivis Palestine Action mengalami luka akibat taser dan palu saat penangkapan di pabrik Elbit.

  • Samuel Corner mengaku memukul polisi karena penglihatannya terganggu akibat semprotan merica petugas.

  • Para terdakwa mengklaim aksi perusakan properti dilakukan demi misi kemanusiaan menghentikan produksi senjata.

Suara.com - Persidangan di Inggris mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi fisik terdakwa kelompok Palestine Action yang mengalami luka-luka serius.

Laporan medis menunjukkan Leona Kamio menderita luka taser di lengan dan pinggul serta luka akibat hantaman palu besar.

Dikutip dari MME, insiden ini terjadi saat penangkapan di fasilitas milik produsen senjata asal Israel, Elbit Systems, pada Agustus 2024.

Gerakan Kemanusiaan Free Palestine (Unsplash/Luke White)
Gerakan Kemanusiaan Free Palestine (Unsplash/Luke White)

Selain Kamio, lima rekan lainnya menghadapi dakwaan perusakan properti terkait aksi paksa masuk ke pabrik di Filton tersebut.

Satu terdakwa bernama Samuel Corner juga dituduh melakukan penganiayaan berat karena diduga memukul petugas kepolisian dengan palu.

Rekaman video di pengadilan menunjukkan petugas Peter Adams mengarahkan taser ke arah Kamio sebelum menjatuhkannya ke lantai.

Kamio memberikan kesaksian bahwa sensasi terkena taser sangat menyakitkan dan membuatnya merasa kaku seketika.

“Rasanya tidak enak, sangat menyakitkan,” ujar Kamio.

Ia menceritakan bagaimana lengannya diputar dan petugas mencoba menarik pergelangan tangannya saat ia sedang berteriak kesakitan.

baca juga

Dalam rekaman tersebut, Kamio sempat memprotes tindakan kekerasan yang ia alami kepada petugas keamanan.

“Kamu benar-benar memukulku,” teriak Kamio dalam video tersebut.

Petugas Adams membalas teriakan tersebut dengan menuduh rekan Kamio lebih dulu melakukan penyerangan menggunakan palu.

“Temanmu baru saja memukul kami dengan palu, menurutku kamulah yang bodoh,” balas Adams dalam rekaman tersebut.

Kamio menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang menyebabkan luka hantaman palu pada tangannya sendiri.

Terdakwa lain, Samuel Corner, mengakui telah memukul petugas polisi namun mengklaim dalam kondisi kehilangan penglihatan.

Corner menyatakan dirinya terkena semprotan Pava yang merupakan cairan merica sintetis hingga menyebabkan rasa terbakar hebat.

“Rasanya menyengat, membakar, dan menyita seluruh perhatian. Sulit untuk fokus pada hal lain,” jelas Corner.

Kondisi tersebut membuatnya tidak menyadari bahwa orang yang dihadapinya adalah petugas kepolisian berseragam.

Ia mengira para petugas tersebut adalah petugas keamanan pribadi yang bertindak agresif terhadap rekan-rekan wanitanya.

“Saya takut dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kami, terutama para wanita,” ungkap Corner.

Meski mengakui tindakannya, ia menegaskan tidak memiliki niat sedikit pun untuk menyebabkan cedera serius kepada petugas.

“Tampaknya masuk akal untuk melakukan sesuatu dan saya harus bertindak cukup cepat,” tambah Corner.

“Saya benar-benar tidak tahu,” jawabnya saat ditanya jaksa mengenai potensi bahaya yang ia timbulkan.

Kamio menjelaskan motivasinya bergabung dengan Palestine Action adalah untuk menghentikan operasional pabrik senjata paling penting di Inggris.

Ia merasa tindakan merusak fasilitas pembuat senjata adalah langkah perlu untuk mencegah penderitaan manusia yang lebih besar.

“Saya masih merasa apa yang kami lakukan adalah hal yang perlu,” tegas Kamio di hadapan pengadilan.

Sebagai seorang guru TK, ia menyatakan komitmennya untuk melindungi nyawa anak-anak di atas perlindungan properti perusahaan.

“Bekerja dengan anak-anak, saya akan mendahulukan salah satu nyawa mereka sebelum properti apa pun,” lanjut Kamio.

Baginya, Elbit Systems adalah perusahaan yang sangat jahat karena menjadi tulang punggung kekuatan militer Israel.

“Saya panik karena saya berada di Elbit, ini adalah perusahaan yang sangat jahat, orang-orang yang bekerja di sana menggambarkan diri mereka sebagai tulang punggung militer Israel,” pungkas Kamio.

Meskipun memegang palu saat kejadian, ia bersumpah tidak pernah berniat untuk melukai siapa pun di lokasi tersebut.

Aksi ini merupakan bagian dari kampanye global Palestine Action untuk menutup paksa operasional Elbit Systems di seluruh dunia.

Pabrik di Filton yang menjadi sasaran merupakan fasilitas terbaru yang dibuka oleh duta besar Israel pada Juli 2023.

Para aktivis memandang fasilitas ini sebagai target utama karena perannya dalam memproduksi teknologi militer yang digunakan dalam konflik di Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:00 WIB

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Terkini

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:02 WIB

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 10:53 WIB

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:50 WIB

×