Studi: Konflik Nuklir Regional Bisa Picu Krisis Iklim Global Bertahun-tahun, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 18:55 WIB
Studi: Konflik Nuklir Regional Bisa Picu Krisis Iklim Global Bertahun-tahun, Kenapa?
Ilustrasi ledakan nuklir (Pexels/Edu Raw)

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Eropa Timur tak hanya berdampak politik, tetapi juga berpotensi memicu krisis lingkungan global. Bahkan dalam skenario konflik nuklir skala kecil, dampaknya bisa berupa gangguan iklim serius yang berlangsung bertahun-tahun dan dirasakan lintas negara.

Dilansir dari Phys.org, studi terbaru dalam jurnal npj Clean Air mensimulasikan konsekuensi lingkungan dari konflik nuklir regional hipotetis di perbatasan Ukraina–Rusia.

Penelitian oleh tim University of Exeter ini menggunakan UK Earth System Model untuk mengukur potensi dampak iklim dan paparan radiologis yang dapat terjadi.

Dampak Iklim dan Perubahan Suhu

Dalam simulasi ini, para peneliti memodelkan penyebaran karbon hitam yang dihasilkan setelah ledakan nuklir. Hasilnya menunjukkan bahwa partikel karbon hitam akan menyebar ke atmosfer, menghalangi sinar matahari, dan mempengaruhi iklim di Belahan Bumi Utara.

Pada tahun pertama pascakonflik, rata-rata suhu di Belahan Bumi Utara diprediksi turun mendingin sebesar 1°C. Penurunan suhu yang lebih signifikan diperkirakan terjadi di wilayah regional tertentu, yakni sebesar 5°C di Rusia dan 4°C di Amerika Serikat.

Selain suhu, model ini juga menunjukkan penurunan curah hujan yang substansial di wilayah pertanian utama pada lintang tengah. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang turun tidak maksimal mencapai permukaan bumi.

Penelitian ini menemukan bahwa gangguan iklim yang dihasilkan tidak berlangsung secara singkat. Berdasarkan model, dampak tersebut diproyeksikan bertahan selama kurang lebih enam tahun.

Pemanasan di lapisan stratosfer, yang disebabkan oleh keberadaan partikel karbon hitam bekas nuklir, dapat memicu perubahan pola sirkulasi atmosfer utama. Hal ini berdampak pada perubahan pola arus jet dan Zona Konvergensi Intertropis, yang juga dapat memengaruhi sistem cuaca global.

Penyebaran Material Radioaktif Global

Selain dampak iklim, studi ini juga meneliti distribusi jangka panjang material radioaktif yang melekat pada partikel karbon hitam. Temuan menunjukkan bahwa radionuklida yang umurnya panjang dapat diangkut melintasi batas geografis secara global.

Data simulasi memperkirakan bahwa sekitar 40 persen dari material tersebut akan mengendap di Belahan Bumi Selatan. Ini mengindikasikan bahwa dampak dari konflik nuklir regional dapat meluas ke wilayah yang jauh dari zona ledakan hingga menjadi masalah kemanusiaan dan lingkungan global.

Penulis utama sekaligus post-doctoral research fellow at the University of Exeter, Dr. Ananth Ranjithkumar, menyatakan bahwa simulasi menunjukkan dampak konflik regional dapat meluas menjadi krisis global.

“Simulasi kami menunjukkan bahwa dampaknya dapat bergema di seluruh planet selama bertahun-tahun, mengganggu sistem iklim dan menyebarkan dampak radioaktif jauh melampaui zona ledakan, mengubah perang regional menjadi krisis global," katanya.

Salah satu penulis, Profesor Jim Haywood juga menekankan relevansi studi ini dengan kebijakan keamanan internasional, khususnya mengenai New Strategic Arms Reduction Treaty yang berakhir pada 5 Februari 2026 perlu segera diperpanjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:19 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Di Balik Murahnya Fast Fashion: Ada Harga Mahal bagi Lingkungan dan Pekerja yang Tak Dibicarakan

Di Balik Murahnya Fast Fashion: Ada Harga Mahal bagi Lingkungan dan Pekerja yang Tak Dibicarakan

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:42 WIB

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:37 WIB

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:32 WIB

Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif

Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:30 WIB

Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla

Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:25 WIB

Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan: Dosen Muda Bisa Dapat Akses Rumah hingga Pelatihan Kerja

Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan: Dosen Muda Bisa Dapat Akses Rumah hingga Pelatihan Kerja

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:24 WIB

Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tiba di Bareskrim, Terjerat Kasus Pencucian Uang

Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tiba di Bareskrim, Terjerat Kasus Pencucian Uang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:20 WIB

Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar

Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Periksa Saksi, KPK Bongkar Modus Surat Pernyataan Jadi Alat Pemerasan Bupati Tulungagung

Periksa Saksi, KPK Bongkar Modus Surat Pernyataan Jadi Alat Pemerasan Bupati Tulungagung

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:16 WIB

KPK Cegah 2 Tersangka Baru dalam Korupsi Kuota Haji Bepergian ke Luar Negeri

KPK Cegah 2 Tersangka Baru dalam Korupsi Kuota Haji Bepergian ke Luar Negeri

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:12 WIB