Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri

Bangun Santoso

Jum'at, 24 April 2026 | 20:20 WIB
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri
Shinta, warga Magelang Jawa Tengah, salah satu karyawan difabel di pabrik HS. (Ist)
baca 10 detik
  • Pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang, memberdayakan 70 penyandang disabilitas sebagai pelinting dan pengepak rokok sejak April 2024.
  • Perusahaan memberikan kesempatan kerja setara, pelatihan, serta fasilitas kesejahteraan yang meningkatkan taraf ekonomi para pekerja difabel tersebut.
  • Manajemen HS berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif dengan memberikan perlakuan adil serta rencana penyediaan fasilitas mess bagi karyawan.

Suara.com - Matahari belum begitu meninggi ketika ribuan karyawan pabrik rokok HS memulai aktivitasnya di Muntilan, Magelang, Jumat (24/4). Tangan-tangan cekatan itu berlomba melinting dan mengepak batang-batang rokok di area produksi. Suara percakapan nyaring terdengar di antara riuh mesin dan aktivitas pabrik.

Namun, di sebuah sudut, terdapat pemandangan berbeda di mana puluhan pekerja asyik bercerita namun tak bersuara, melainkan menggunakan bahasa isyarat yang dinamis.

Salah satunya adalah Shinta, perempuan berusia 34 tahun asal Magelang, Jawa Tengah. Penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara ini merupakan satu dari 70 karyawan difabel di pabrik rokok HS.

Perusahaan yang berada di bawah naungan Surya Group Holding Company itu memberikan ruang bagi kelompok disabilitas untuk bekerja sebagai pelinting dan pengepak rokok.

Shinta terlihat sumringah saat ditemui di sela aktivitasnya. Namun, di balik wajah bahagianya saat ini, tersimpan cerita pedih yang ia lalui sebelum akhirnya diterima bekerja di pabrik rokok HS.

Ia sempat melewati masa-masa sulit dalam mencari pekerjaan akibat stigma negatif yang masih melekat kuat di tengah masyarakat terhadap kelompok difabel.

"Dulu sulit sekali mencari kerja. Berkali-kali melamar, tapi selalu ditolak. Kebanyakan mereka meragukan kemampuan kami hanya karena kami berbeda. Menganggap kami tidak mampu tanpa pernah diberi kesempatan," ucapnya lirih.

Perempuan dengan satu anak ini masih mengingat jelas setiap penolakan yang ia terima. Rasa sakit hati dan kecewa selalu menghantuinya setiap kali pulang dari proses tes wawancara yang berujung kegagalan.

Diskriminasi di dunia kerja menjadi tembok besar yang sulit ditembus bagi penyandang disabilitas seperti dirinya.

baca juga

"Tapi di pabrik rokok HS ini, saya seperti menemukan kehidupan baru. Tidak hanya diterima kerja tanpa syarat dan pengalaman, tapi kami juga dihormati dan dihargai tanpa dibedakan," katanya.

Sebelum bergabung dengan HS, Shinta sempat mencoba bertahan hidup dengan membuka usaha batik tulis kecil-kecilan di rumahnya.

Namun, pendapatan dari usaha tersebut ternyata tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai tulang punggung keluarga dengan anak yang masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah, tekanan ekonomi semakin menghimpitnya.

"Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan, saya utang ke bank," katanya.

Kini, kondisi kehidupannya berangsur membaik secara signifikan. Setelah bekerja di pabrik rokok HS, Shinta mengaku mampu memenuhi segala kebutuhan keluarganya dengan layak. Hutang-hutang yang sebelumnya menumpuk kini telah berhasil dilunasi, bahkan ia sudah memiliki kemampuan untuk menyisihkan penghasilannya untuk menabung.

Selain kesejahteraan finansial, Shinta merasakan lingkungan kerja yang sangat nyaman. Meski datang tanpa pengalaman di industri rokok, ia dan 70 rekan disabilitas lainnya mendapatkan pelatihan dengan penuh kesabaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia

Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 11:06 WIB

Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya

Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Maut Sang Istri, Begini Desainnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:36 WIB

Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional

Prabowo Luncurkan Pabrik EV di Magelang, Dorong Industri Hijau Nasional

Foto | Kamis, 09 April 2026 | 17:23 WIB

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

Gebrakan Prabowo: 'Sulap' Sawit Hingga Jelantah Jadi Avtur Pesawat, Siapkan Investasi Besar-besaran!

News | Kamis, 09 April 2026 | 13:48 WIB

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:44 WIB

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:00 WIB

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

×