- Teknisi kapal USS Chief diserang monyet di Phuket hingga dievakuasi ke pangkalan Jepang.
- Insiden aneh ini tidak menghentikan misi vital pembersihan ranjau Iran di Selat Hormuz.
- Presiden AS perintahkan intensitas operasi sapu ranjau dilipatgandakan demi atasi krisis minyak dunia.
“Kapal-kapal penyapu ranjau kita sedang membersihkan Selat saat ini,” ujar Trump.
“Dengan ini saya memerintahkan agar aktivitas tersebut dilanjutkan, tetapi dengan intensitas tiga kali lipat!” tegasnya.
Lumba-Lumba dan Drone Canggih Turun Tangan
Selain kapal konvensional, militer ternyata menyiapkan deretan alutsista pemburu ranjau yang unik. Laporan Wall Street Journal mengungkap pengerahan lumba-lumba terlatih untuk mendeteksi ancaman bawah air.
Helikopter militer dan kapal tempur pesisir juga bersiaga penuh memantau pergerakan musuh. Namun, bintang utamanya adalah teknologi nirawak atau deretan drone bawah laut modern.
Terdapat drone Common Uncrewed Surface Vessel (CUS) buatan pabrikan senjata RTX. Alat ini menarik sistem sonar apung AQS-20 yang mampu memindai dasar laut selebar 100 kaki sekaligus.
Ada pula MK18 Mod 2 Kingfish dan Knifefish besutan perusahaan General Dynamics. Keduanya merupakan drone kapal selam bertenaga baterai pelacak ranjau yang sangat senyap.
Perangkat canggih ini diterjunkan langsung ke dalam air menggunakan perahu-perahu kecil. Drone tersebut akan memetakan ranjau dalam pola tertentu untuk segera dinetralisir oleh pasukan.