Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
ILUSTRASI harga minyak dunia (Pexels)

Uni Eropa mengalami kerugian biaya impor energi sebesar 25 miliar euro akibat konflik.

Kenaikan harga bahan bakar tidak dibarengi dengan penambahan volume pasokan energi ke kawasan.

Gangguan distribusi di Selat Hormuz menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak global.

Suara.com - Perang konflik bersenjata Amerika Serikat vs Iran memaksa Uni Eropa merogoh kocek lebih dalam hingga 25 miliar euro untuk biaya energi.

Anggaran setara Rp505 triliun tersebut terbuang hanya untuk menutupi kenaikan harga tanpa ada tambahan volume energi sedikit pun.

Dikutip dari Sputnik, kondisi ini menempatkan stabilitas ekonomi kawasan dalam tekanan besar akibat ketergantungan pada pasokan bahan bakar fosil luar negeri.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

Para pemimpin Benua Biru kini mulai menyusun strategi ketahanan untuk menghadapi kemungkinan terburuk jika krisis meluas.

Pertemuan di Siprus menjadi momentum penting bagi negara anggota untuk mengevaluasi kerangka keuangan jangka panjang mereka.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa beban finansial ini adalah konsekuensi langsung dari instabilitas geopolitik.

ilustrasi harga gas DME pengganti LPG (gemini)
ilustrasi harga gas DME pengganti LPG (gemini)

"Setelah 55 hari konflik di Timur Tengah, dampaknya terasa nyata. Sejak awal konflik ini, tagihan kita untuk impor bahan bakar fosil telah melonjak lebih dari 25 miliar euro tanpa adanya tambahan energi sedikit pun," kata von der Leyen.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa rapuhnya rantai pasok energi global saat jalur perdagangan utama terganggu.

Selain masalah biaya, Uni Eropa saat ini sedang menggodok langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya kelangkaan listrik massal.

Otoritas terkait berusaha tetap tenang dengan menyatakan bahwa situasi saat ini belum masuk kategori bencana besar.

Krisis ini semakin memanas setelah adanya aksi militer gabungan yang menargetkan infrastruktur di wilayah Iran.

Serangan yang terjadi pada akhir Februari lalu memicu gelombang balasan terhadap fasilitas militer di kawasan strategis tersebut.

Meskipun sempat ada pengumuman gencatan senjata singkat, kecemasan pasar terhadap keamanan distribusi energi tetap tinggi.

Fokus utama kekhawatiran terletak pada kelancaran lalu lintas kapal tanker yang melewati wilayah Selat Hormuz.

Hambatan di jalur vital ini secara otomatis mendongkrak harga komoditas minyak dan gas bumi di pasar internasional.

Kenaikan biaya ini berakar dari konflik yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah serta serangan udara yang merusak infrastruktur energi.

Penutupan akses atau gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor penentu utama meroketnya harga pasar karena jalur ini merupakan urat nadi pengiriman gas cair dan minyak global ke Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB