- Donald Trump menyatakan Amerika Serikat menerima dokumen usulan baru dari Iran setelah pembatalan misi perundingan di Pakistan.
- Fokus utama Amerika Serikat dalam perundingan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir demi keamanan global.
- Proses negosiasi ini berlangsung di tengah ketegangan akibat serangan militer serta kegagalan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Suara.com - Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menerima usulan baru dari Iran, tak lama setelah membatalkan misi utusan khusus ke Pakistan untuk perundingan.
“Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik. Dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapat dokumen baru yang jauh lebih baik,” kata Trump, dilansir dari Sputnik.
Saat ditanya mengenai isi dokumen tersebut, Trump menegaskan bahwa fokus utama tetap pada upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” ujarnya.
![Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/17/13828-presiden-as-donald-trump.jpg)
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam proses perundingan antara AS dan Iran.
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner semula dijadwalkan berangkat ke Pakistan pada Sabtu, namun laporan menyebut delegasi Iran lebih dahulu meninggalkan lokasi perundingan.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang masih berlanjut setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan mulai 7 April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Sementara itu, Amerika Serikat juga masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sembari mediator berupaya membuka kembali jalur perundingan.
(Antara)