2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 09:03 WIB
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu (IG Benjamin Netanyahu)
  • Naftali Bennett dan Yair Lapid membentuk Partai Beyahad untuk menghadapi Benjamin Netanyahu.

  • Koalisi ini berkomitmen menyelidiki kegagalan pemerintah terkait serangan 7 Oktober 2023.

  • Penyatuan ini bertujuan membawa perubahan kepemimpinan melalui pemilu nasional bulan Oktober.

Suara.com - Naftali Bennett dan Yair Lapid resmi berkoalisi membentuk Partai Beyahad untuk meruntuhkan kekuasaan panjang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Langkah politik strategis ini bertujuan menyatukan kekuatan oposisi dalam satu wadah besar menjelang pemilu bulan Oktober.

Penyatuan ini diprediksi menjadi ancaman nyata bagi stabilitas politik Likud yang telah mendominasi pemerintahan selama belasan tahun.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

"Saya senang mengumumkan bahwa malam ini, bersama teman saya Yair Lapid, saya mengambil langkah paling Zionis dan patriotik yang pernah kami lakukan untuk negara kami," ujar Bennett dikutip dari Frace24.

"Malam ini, kita bersatu dan mendirikan partai Beyahad (Bersama) di bawah kepemimpinan saya, sebuah partai yang akan membawa kemenangan besar dan membuka era baru bagi negara kita yang indah."

Partai baru ini membawa misi utama untuk membongkar kelalaian intelijen terkait serangan besar pada 7 Oktober 2023.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]
potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Bennett berjanji akan membentuk komisi penyelidikan nasional yang selama ini terus ditolak oleh pemerintahan kabinet Netanyahu.

Narasi pertanggungjawaban ini menjadi senjata politik utama untuk menarik simpati warga yang kecewa atas kegagalan sistem keamanan.

Lapid pun memberikan dukungannya secara terbuka terhadap integritas rekan barunya tersebut di hadapan publik.

"Bennett adalah politisi sayap kanan, tapi dia jujur, dan ada kepercayaan di antara kami," tegas Lapid.

Lapid memandang kolaborasi ini sebagai upaya serius untuk memulihkan kondisi internal negara yang dianggap sedang krisis.

"Langkah ini menghasilkan penyatuan Blok Perbaikan, yang memungkinkan semua upaya difokuskan untuk memimpin Israel menuju perbaikan yang diperlukan," tulis Lapid di media sosial X.

Keduanya sepakat bahwa kepemimpinan saat ini telah gagal dalam menangani konflik berkepanjangan dengan pihak luar.

Bahkan, Lapid sempat mengkritik keras kebijakan gencatan senjata dengan Iran yang disebutnya sebagai bencana politik besar.

Kini mereka juga merangkul Gadi Eisenkot dari Partai Yashar untuk memperluas basis dukungan massa di tengah.

Naftali Bennett merupakan mantan perwira komando dan pengusaha teknologi sukses yang memiliki daya tarik bagi pemilih muda.

Meskipun pernah menjadi penasihat Netanyahu, Bennett kini bertransformasi menjadi rival terkuat yang konsisten mengkritik kebijakan mantan mentornya.

Sementara itu, Yair Lapid membawa latar belakang jurnalis senior yang memiliki pengaruh kuat di parlemen melalui Yesh Atid.

Rekam jejak mereka saat memimpin koalisi pelangi pada 2021 menjadi bukti nyata kapasitas mereka menggeser dominasi sayap kanan.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru, figur Bennett dianggap paling berpeluang besar untuk memenangkan kursi perdana menteri selanjutnya.

Persaingan ini memuncak setelah pemerintahan koalisi Bennett-Lapid runtuh pada akhir tahun 2022 dan digantikan kembali oleh Netanyahu.

Netanyahu sendiri adalah pemimpin terlama dalam sejarah Israel yang telah menjabat selama total 18 tahun di berbagai periode.

Ketegangan politik meningkat pasca serangan Hamas, di mana publik mulai mempertanyakan kompetensi kepemimpinan nasional dalam menjaga kedaulatan.

Pemilu yang dijadwalkan paling lambat akhir Oktober 2026 akan menjadi medan pertempuran antara status quo dan gerakan perubahan.

Partai Beyahad kini memposisikan diri sebagai solusi atas kebuntuan politik yang melanda Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral

Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral

News | Minggu, 26 April 2026 | 17:27 WIB

Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?

Cek Fakta: Rudal Iran Melewati Langit Saudi Menuju Israel, Benarkah?

Video | Minggu, 26 April 2026 | 20:20 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 08:39 WIB

Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor

Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor

News | Senin, 27 April 2026 | 07:56 WIB

3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik

3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik

News | Senin, 27 April 2026 | 07:55 WIB

Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan

Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan

News | Senin, 27 April 2026 | 07:34 WIB

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup

News | Minggu, 26 April 2026 | 22:53 WIB

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:39 WIB

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!

News | Minggu, 26 April 2026 | 21:05 WIB

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!

News | Minggu, 26 April 2026 | 20:35 WIB

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:25 WIB

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan

News | Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB