Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 27 April 2026 | 10:39 WIB
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
TKP Daycare Little Aresha Yogyakarta, Senin (27/4/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Noorman Windarto melaporkan adanya penipuan fasilitas dan tindak kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta pada April 2026.
  • Korban mengalami trauma psikologis serta gangguan kesehatan serius akibat lingkungan yang tidak manusiawi dan minim pengawasan pengelola daycare.
  • Orang tua menuntut pihak kepolisian memberikan hukuman maksimal kepada manajemen dan pengasuh yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap anak.

"Fasilitas kesehatan itu ternyata nggak ada, yang dijanjikan nggak ada. Anak saya yang nomor dua itu kan setiap bulan masuk rumah sakit, periksa ke dokter sakit terdiagnosis pneumonia dari usia 3 bulan," ujarnya. 

"Itu hampir setiap bulan itu kita sakit, kita nggak nyangka kalau kondisi di sanalah yang menjadi penyebabnya," imbuhnya.

Kecurigaan Noorman sebenarnya sudah muncul saat menemukan luka fisik di punggung dan bibir anaknya. Namun, setiap kali dikonfirmasi, pihak daycare selalu memiliki alasan diplomatis.

Tak hanya itu, bahkan pihak daycare seolah melakukan serangan balik dengan menuduh bahwa luka tersebut sudah ada sejak dari rumah.

"Luka-luka di punggung, di bibir, kemudian ada di selangkangan, ada di tubuh ada, pasti ada. Terus sampai di daycare itu langsung kayak di-klarifikasi. Langsung difoto sama pihak sekolah, 'Ini adik sudah luka dari rumah lho.' Wah, sudah mulai janggal nih," tuturnya.

Psikologis Anak Tertekan

Secara psikologis, trauma anak-anak terlihat dari perilaku harian mereka. Noorman baru menyadari bahwa tangis histeris anaknya setiap pagi merupakan bentuk penolakan terhadap perlakuan di tempat penitipan tersebut. 

Hal ini berbeda drastis ketika akhir pekan tiba, di mana sang anak tampak tenang dan natural. Sebab tak harus pergi ke tempat penitipan.

"Kalau adiknya itu hampir setiap pagi kalau mau berangkat itu kita mau mandiin itu pasti nangis. Tapi kalau Sabtu sampai Minggu, dia natural, tidak ada nangis, ketakutan, artinya mandi ya mandi gitu. Jadi itu dampak-dampak yang saya saat ini baru ngeh," ujarnya. 

baca juga

Puncaknya, Noorman melihat sendiri bukti rekaman dari kepolisian saat proses penggerebekan. Ia sangat terpukul melihat anak-anak diperlakukan secara tidak manusiawi.

Ada yang diikat di cagak pintu hingga diletakkan di lantai tanpa pengawasan dan perlakuan yang memadai.

"Yang saya lihat tadi dari kepolisian tuh yang pas anak-anak masih diikat dan tidak pakai baju hanya pakai popok dan ada yang masih berdiri di cagak pintu ya," tandasnya.

"Saya kalau sudah melihat yang diikat itu udah miris. Nangis, ya pasti. Itu udah kayak saya salah lah menitipkan anak," sambungnya.

Apalagi, kata Noorman kondisi di dalam daycare tersebut ternyata sangat tidak manusiawi. Mengingat jumlah anak yang dititipkan mencapai puluhan orang di satu lokasi yang pengap. 

Ditambah lagi tak ada akses untuk orang tua masuk memeriksa langsung anak mereka.

"Ternyata begitu pas tahu di sana ada 50 lebih anak pada usia bayi sampai balita tuh wah luar biasa ternyata nggak manusiawi kalau sama Kamp Guantanamo aja lebih sadis kamp ini ternyata," ujarnya.

Tuntut Pelaku Dihukum Berat

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi orang tua lain agar tidak mudah percaya hanya pada tampilan luar sebuah lembaga. Terlebih yang berkaitan dengan tempat penitipan anak.

Kini, Noorman menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib dan menuntut hukuman maksimal bagi pihak yang terlibat di dalamnya. 

Baginya, penegakan hukum yang setimpal adalah satu-satunya cara untuk menebus rasa bersalahnya sebagai orang tua yang sempat terlena oleh janji-janji manis.

"Saya percayakan kepada polisi untuk dihukum yang seberat-beratnya. Untuk pelaku ataupun tersangka, dari semuanya manajemen dan pengasuh yang ada di sana ya dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlakulah," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial

Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial

News | Senin, 27 April 2026 | 09:20 WIB

Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?

Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×