Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB
Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan
Ilustrasi harga beras di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dirut PT Food Station menyatakan biaya produksi beras membengkak akibat harga gabah petani melebihi aturan pemerintah.
  • Perusahaan menghadapi dilema karena aturan HET membatasi harga jual sementara biaya operasional sudah tidak tertutupi.
  • Food Station berencana mengusulkan revisi HET serta menggalakkan penjualan beras khusus dan kemasan besar untuk efisiensi.

Suara.com - Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, membeberkan kondisi pelik distribusi beras di Jakarta saat ini.

"Iya, jadi kan kami ini kan tidak boleh menjual di atas HET, karena HET beras premium itu Rp14.900, kemudian untuk beras medium itu Rp13.500 per kilo," ujar Dodot di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/4/2026).

Sementara gejolak harga gabah di tingkat petani menjadi pemicu utama pembengkakan biaya produksi.

"Sekarang ini harga gabahnya udah naik. Dari HPP pemerintah itu kan Rp6.500, realitasnya di sawah itu sudah Rp7.500," jelas Dodot lagi.

Kondisi tersebut mengakibatkan kalkulasi modal dasar untuk menghasilkan beras menjadi tidak masuk akal, jika disandingkan dengan aturan harga jual resmi.

"Untuk menjadi beras dari gabah tersebut, sederhananya kali dua. Jadi Rp7.500 kali
dua, udah Rp15.000. Itu baru menjadi beras tuh, belum ongkos packaging, ongkos angkut, operasional. Sehingga HPP kami itu sudah di atas HET," tambah Dodot.

Food Station menghadapi dilema lantaran ancaman sanksi hukum dari pemerintah membayangi jika mereka nekat menaikkan harga jual secara sepihak.

"Ini problem, sementara kami nggak boleh menjual di atas HET. Nah, ini nanti kalau kami jual di atas HET, melanggar, terus ada Satgas Pangan," kata Dodot.

Opsi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap dinilai sebagai jalan keluar paling sahih, agar produsen tetap mampu bernapas di tengah himpitan biaya.

baca juga

"Harus menaikkan HET solusinya ya, sehingga kami produsen ini masih bisa jualan dengan sedikit margin gitu," tegas Dodot.

Wacana usulan revisi harga rencananya akan disuarakan melalui perhimpunan pelaku industri penggilingan padi nasional dalam waktu dekat.

"Iya, nanti lewat asosiasi ya, Asosiasi Produsen atau Perpadi (Perhimpunan Penggilingan Padi Indonesia)," tutur Dodot.

Selain menanti kebijakan pusat, Food Station juga merancang siasat agar performa keuangan perusahaan tidak terjerembap dalam kerugian.

"Ya, pertama memang kan kami nggak mungkin jual dengan rugi. Kalau kami jual rugi, kan nanti ya performa kami jadi jelek. Terus ya kami antisipasi juga beras yang non-HET," papar Dodot.

Pihaknya mulai menggalakkan diversifikasi penjualan pada komoditas beras khusus, yang harganya tidak dipatok ketat oleh regulasi pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×