-
KAI menanggung biaya perawatan dan pemakaman seluruh korban tragedi maut di Stasiun Bekasi Timur.
-
Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
-
Sejarah mencatat kecelakaan kereta paling mematikan di dunia terjadi akibat tsunami di Sri Lanka.
Bencana di Bihar tersebut menewaskan 800 orang akibat banjir besar dan kendala cuaca saat evakuasi.
3. Prancis
Prancis mengalami tragedi terbesar pada 1917 saat rem blong menyebabkan kereta Saint-Michel-de-Maurienne tergelincir hebat.
Insiden di lereng curam tersebut merenggut nyawa 700 tentara yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
4. Rumania
Rumania juga mencatat kematian 700 orang di Ciurea akibat kegagalan sistem pemindahan jalur kereta api.
5. Uni Soviet
Di Uni Soviet tahun 1989, kebocoran pipa gas memicu ledakan dahsyat setara 10 kiloton TNT saat kereta melintas.
Ledakan Ufa tersebut menghanguskan puluhan gerbong dan menelan korban jiwa hingga mencapai angka 780 orang.
6. Meksiko
Faktor kelebihan muatan dan kegagalan fungsi rem pernah menghancurkan kereta di Guadalajara Meksiko pada tahun 1915.
Tragedi di Meksiko ini menewaskan 600 penumpang setelah gerbong kereta terjun bebas ke dalam jurang yang dalam.
7. Italia
Italia mengalami bencana unik di Balvano tahun 1944 karena penumpang keracunan karbon monoksida dari batu bara berkualitas rendah.
8. Spanyol
Sementara itu di Spanyol, tabrakan tiga kereta di dalam terowongan Torre del Bierzo menewaskan hampir 500 orang.
9. Ethiopia
Ethiopia mencatat 400 kematian pada 1985 setelah tujuh gerbong kereta ekspres jatuh ke dasar Sungai Awash.
10. Mesir
Mesir mengalami duka pada 2022 saat kompor gas penumpang memicu kebakaran besar di kereta tujuan Luxor.
Sedikitnya 370 orang tewas di Al-Ayyat karena masinis tidak menyadari api telah berkobar di gerbong belakang.
Berbagai rentetan peristiwa di atas menunjukkan bahwa aspek teknis dan kepatuhan prosedur adalah harga mati.
Kejadian di Stasiun Bekasi Timur kini menjadi perhatian nasional agar standar keamanan terus ditingkatkan secara berkala.
Masyarakat berharap transparansi penuh dalam penanganan pasca-kecelakaan demi keadilan seluruh korban dan keluarga yang berduka.