Polisi Singapura Tangkap Sindikat Predator Digital Pembuat Konten Seksual Anak untuk Media Sosial

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB
Polisi Singapura Tangkap Sindikat Predator Digital Pembuat Konten Seksual Anak untuk Media Sosial
Polisi Singapura menangkap 11 pria dalam operasi internasional besar-besaran untuk memberantas eksploitasi seksual anak. (CNA)
baca 10 detik
  • Operasi polisi di tujuh wilayah Asia berhasil menangkap 326 orang terkait eksploitasi anak.

  • Sebelas pria di Singapura ditahan karena terlibat distribusi dan kepemilikan materi asusila anak.

  • Pelaku menggunakan platform Telegram dan transaksi lintas negara untuk menjalankan aksi kriminal mereka.

Suara.com - Jaringan predator digital yang beroperasi lintas negara di Asia kini menghadapi tindakan hukum yang sangat serius di negara-negara Asia, termasuk Singapura.

Operasi gabungan skala besar ini menjadi bukti nyata bahwa ruang siber bukan lagi tempat aman bagi pelaku kejahatan.

Singapura bersama 6 negara lain berhasil memutus rantai distribusi materi terlarang yang melibatkan ratusan tersangka.

Ilustrasi pelecehan seksual anak (pixabay.com/Gerd Altmann)
Ilustrasi pelecehan seksual anak (pixabay.com/Gerd Altmann)

Dikutip dari CNA, penegakan hukum ini menyasar individu yang memproduksi serta mengonsumsi konten eksploitasi seksual terhadap anak-anak.

Keberhasilan ini menandai babak baru dalam upaya perlindungan anak dari ancaman predator di platform komunikasi global.

Aksi penggerebekan serentak dilakukan selama empat minggu di berbagai lokasi strategis di kawasan Asia Pasifik.

Seorang kepala sekolah SD di Siak dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap 15 muridnya. Ilustrasi seorang bocah lelaki sedang mengangkat tangan. [Shutterstock]
Seorang kepala sekolah SD di Siak dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap 15 muridnya. Ilustrasi seorang bocah lelaki sedang mengangkat tangan. [Shutterstock]

Sebanyak 326 individu berhasil diamankan oleh aparat dari total 382 lokasi yang menjadi target operasi tersebut.

Selain Singapura, kepolisian dari Brunei, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan Thailand turut bergerak bersama.

Polisi Singapura mengonfirmasi keterlibatan 11 pria lokal dalam jaringan yang merusak moral generasi muda ini.

baca juga

Sebanyak 119 orang lainnya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami peran mereka dalam kasus ini.

Para tersangka yang terjaring memiliki profil usia yang sangat beragam, mulai dari remaja hingga lansia.

"445 orang yang ditangkap dan diselidiki terdiri dari 430 pria dan 15 wanita, berusia antara 12 dan 72 tahun," ungkap pihak kepolisian Singapura (SPF).

Aparat menyita ratusan unit komputer, ponsel pintar, hingga perangkat penyimpanan data dari tangan para terduga pelaku.

Materi pelecehan seksual anak ditemukan tersimpan rapi dalam gawai-gawai yang digunakan untuk aktivitas ilegal tersebut.

Pemanfaatan jalur keuangan lintas batas menjadi modus yang sering digunakan pelaku untuk bertransaksi konten terlarang.

"Pelanggaran semacam itu seringkali difasilitasi melalui platform digital dan saluran keuangan lintas batas. Oleh karena itu, kemitraan erat dengan mitra industri sangat penting," tambah pihak kepolisian Singapura.

Delapan pria di Singapura diketahui secara sadar mengakses dan mengunduh konten ilegal melalui layanan pesan instan.

Beberapa di antaranya tertangkap tangan menggunakan Telegram sebagai media transaksi pembayaran materi asusila secara internasional.

Informasi awal mengenai perdagangan konten ini seringkali didapatkan melalui koordinasi dengan kepolisian negara tetangga seperti Malaysia.

Sinergi dengan organisasi non-pemerintah juga membantu polisi mengidentifikasi korban eksploitasi yang berada di luar negeri.

Hukuman berat kini menanti para pelaku yang terbukti memproduksi atau mengedarkan materi pelecehan terhadap anak-anak.

Seseorang yang dinyatakan bersalah memproduksi konten pelecehan anak bisa dipenjara hingga 10 tahun serta denda atau cambuk.

Bagi mereka yang hanya menyimpan atau mengakses materi tersebut, ancaman hukuman penjara mencapai lima tahun.

Langkah tegas ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga integritas keamanan digital bagi seluruh masyarakat.

Investigasi masih terus berlanjut guna memastikan tidak ada korban lain yang identitasnya masih tersembunyi di perangkat pelaku.

Kasus ini bermula dari investigasi panjang terkait meningkatnya aktivitas distribusi konten asusila anak di platform pesan terenkripsi seperti Telegram dan layanan peer-to-peer.

Operasi yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 17 April ini merupakan respons kolektif kepolisian di Asia terhadap tren kejahatan seksual anak yang semakin terorganisir secara digital.

Penggunaan teknologi oleh pelaku untuk menyembunyikan jejak transaksi keuangan dan komunikasi menjadi tantangan utama yang akhirnya berhasil dipatahkan melalui kerja sama intelijen lintas negara dan bantuan teknologi dari sektor swasta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat

News | Senin, 27 April 2026 | 14:35 WIB

Riau Nyatakan Perang terhadap Narkoba, Pemprov dan Polda Bongkar Ancaman Jaringan Lintas Negara

Riau Nyatakan Perang terhadap Narkoba, Pemprov dan Polda Bongkar Ancaman Jaringan Lintas Negara

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam

Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam

Sumsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:27 WIB

Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan

Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:25 WIB

Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur

Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:24 WIB

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:20 WIB

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:15 WIB

Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri

Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:14 WIB

Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP

Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:14 WIB

7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik

7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:12 WIB

Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus

Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:10 WIB

×