Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB
Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?
Waspadai lonjakan kecanduan judi bola menjelang World Cup 2026 yang mengancam stabilitas finansial dan mental. (FIFA)
  • Piala Dunia 2026 diprediksi memicu lonjakan kasus kecanduan judi bola secara signifikan.

  • Pecandu sering kali kehilangan seluruh gaji dan terjerumus tindakan kriminal demi taruhan.

  • Pemulihan membutuhkan pengelolaan uang oleh keluarga dan menghindari pemicu siaran langsung pertandingan.

Suara.com - Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta olahraga, melainkan alarm bagi potensi ledakan kasus kecanduan judi bola global.

Turnamen besar ini sering kali menjadi katalisator yang mempercepat kehancuran finansial bagi mereka yang rentan terhadap taruhan.

Fenomena ini melampaui batas hobi, mengubah hiburan menjadi obsesi yang menghancurkan karier dan hubungan sosial secara permanen.

Ilustrasi judi bola. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi judi bola. (Dok: Istimewa)

Dikutip dari CNA, Peter, seorang penyintas judi warga Singapura, kehilangan hampir Rp1,8 miliar sebelum akhirnya menyadari bahwa setiap taruhan adalah langkah menuju jurang.

Kehilangan seluruh gaji dalam hitungan jam menjadi realitas pahit yang harus dihadapi oleh banyak pecandu di usia produktif.

Pakar kesehatan mental memperingatkan bahwa sensasi menang menciptakan lonjakan dopamin yang sangat adiktif di otak manusia.

Banyak penjudi merasa memiliki keahlian analisis tim, padahal hasil pertandingan tetaplah probabilitas yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya.

Ilustrasi taruhan judi bola (Freepik.com/freepik)
Ilustrasi taruhan judi bola (Freepik.com/freepik)

"Kompetisi sepak bola besar, terutama Piala Dunia, berfungsi sebagai katalis. Mereka tidak menciptakan penjudi dalam semalam, tetapi mereka mempercepat kerentanan pada orang-orang yang sudah berada di wilayah rapuh dengan kebiasaan bertaruh mereka," ujar Dr. John Lim, Chief Well-being Officer di Singapore Counselling Centre.

Sering kali, dampak kerusakan baru disadari ketika turnamen berakhir dan beban utang mulai menumpuk tanpa kendali.

Psikolog klinis Dr. Annabelle Chow menekankan bahwa bantuan profesional biasanya baru dicari saat konflik relasional dan krisis keuangan memuncak.

Teknologi digital telah menghapus hambatan fisik, membuat taruhan dapat dilakukan hanya dengan beberapa ketukan di layar ponsel.

Kini, profil pecandu judi tidak lagi didominasi oleh pria lanjut usia dengan pendapatan rendah, melainkan anak muda yang melek teknologi.

"Kelompok ini biasanya terdiri dari individu yang sebagian besar laki-laki, paham teknologi, dan nyaman dengan platform taruhan online," kata Dr. Thomas Lee, konsultan psikiater di Resilienz Clinic.

"Mereka sering menganggap taruhan sepak bola sebagai 'permainan keterampilan' daripada keberuntungan, percaya bahwa pengetahuan mereka tentang olahraga tersebut memberi mereka keunggulan," tambahnya.

Munculnya platform ilegal yang agresif di media sosial juga memperburuk situasi bagi kelompok usia rentan dan lansia.

Langkah pertama menuju kesembuhan adalah pengakuan atas kegagalan diri dan penyerahan kontrol finansial kepada orang kepercayaan.

Peter kini tidak lagi menonton pertandingan secara langsung demi menghindari pemicu psikologis yang bisa membuatnya kambuh.

"Begitu saya menonton pertandingan langsung, hampir seketika saya akan berpikir, 'Berapa peluangnya? Siapa favoritnya? Berapa banyak gol yang akan tercipta? Berapa banyak gol di babak pertama'," ungkap Peter secara jujur.

Ia kini mempercayakan seluruh pendapatannya kepada sang istri untuk dikelola guna menutup celah keinginan berjudi.

Menghindari lingkaran pertemanan lama yang masih aktif bertaruh menjadi harga mati yang harus dibayar demi ketenangan hidup.

Dukungan keluarga tanpa penghakiman moral terbukti lebih efektif daripada konfrontasi keras yang justru memicu perilaku sembunyi-sembunyi.

"Percakapan yang dibingkai di sekitar kekhawatiran, 'Saya perhatikan kamu tampak stres belakangan ini, saya khawatir tentang kamu', membuka pintu. Konfrontasi yang dibingkai di sekitar kegagalan moral akan menutupnya dan mendorong perilaku tersebut ke bawah tanah," jelas Dr. Lim.

Penting bagi keluarga untuk menetapkan batasan tegas dengan tidak melunasi utang judi pelaku agar siklus kecanduan terputus.

Pemulihan adalah proses panjang yang melibatkan penanganan rasa bersalah, malu, dan gejala penarikan diri yang menyakitkan secara emosional.

Peter membuktikan bahwa dengan disiplin ketat dan bantuan komunitas, seseorang bisa lepas dari bayang-bayang kegelapan taruhan masa lalu.

Kasus ini mencuat seiring persiapan penyedia layanan konseling menghadapi lonjakan kecanduan judi menjelang turnamen besar FIFA.

Pengalaman Peter, yang dipecat karena mencuri dana perusahaan demi menutupi utang judi sepak bola, menjadi pengingat keras akan risiko kriminalitas akibat adiksi.

Di Singapura dan banyak negara, platform taruhan online ilegal semakin gencar mempromosikan diri melalui pengaruh media sosial, yang menuntut edukasi publik dan regulasi yang lebih ketat dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Singapura Tangkap Sindikat Predator Digital Pembuat Konten Seksual Anak untuk Media Sosial

Polisi Singapura Tangkap Sindikat Predator Digital Pembuat Konten Seksual Anak untuk Media Sosial

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?

Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?

Bola | Senin, 27 April 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB