-
Militer Meksiko berhasil menangkap Audias Flores Silva, calon kuat pemimpin tertinggi kartel Jalisco.
-
Penangkapan dilakukan secara presisi melalui operasi intelijen tanpa adanya kontak senjata di lapangan.
-
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis Meksiko dalam menjamin keamanan menjelang Piala Dunia 2026.
Suara.com - Struktur kepemimpinan organisasi kriminal paling berbahaya di Meksiko kini berada di ambang kehancuran total.
Pasukan khusus militer berhasil meringkus Audias Flores Silva yang dijuluki sebagai tangan kanan utama kelompok tersebut.
Dikutip dari DW Jerman, keberhasilan ini menandai berakhirnya pelarian panjang sosok yang digadang-gadang menjadi pewaris takhta tertinggi kartel.
Operasi senyap ini dilakukan tanpa mengorbankan satu nyawa pun meskipun target berada di bawah perlindungan ketat.
Langkah taktis ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meredam gelombang kekerasan yang meningkat setahun terakhir.
Militer Meksiko melakukan pengepungan ketat terhadap sebuah kabin yang terletak di wilayah utara kota wisata.
Pasukan darat dan pemantauan udara dikerahkan untuk menyisir lokasi yang dijaga oleh puluhan kendaraan bersenjata.
Para pengawal sempat mencoba melakukan taktik pengalihan agar pimpinan mereka bisa meloloskan diri dari sergapan.
Namun teknologi pelacakan canggih berhasil mendeteksi posisi persembunyian Audias Flores Silva yang sangat tidak terduga.
Sosok yang dikenal kejam ini akhirnya ditemukan sedang meringkuk di dalam sebuah parit di pinggir jalan.
Kesuksesan misi ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara otoritas keamanan Meksiko dengan pihak Amerika Serikat.
Angkatan Laut Meksiko mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari pengintaian panjang selama belasan bulan.
Dalam pernyataan resminya, Angkatan Laut Meksiko menyebutkan Silva sebagai "identifikasi sebagai salah satu penghasil utama kekerasan."
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan nilai imbalan yang sangat tinggi untuk informasi terkait keberadaannya.
Setelah kematian pemimpin sebelumnya, Amerika Serikat menawarkan hadiah 5 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Flores.
Banyak ahli menilai bahwa hilangnya pengaruh Silva akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi organisasi.
Peran Silva dianggap sangat krusial dalam mengatur aliran logistik dan eksekusi lapangan di berbagai wilayah.
Mantan asisten agen khusus DEA, Carlos Olivo, menyebutnya sebagai "sosok penting," yang penangkapannya "akan memiliki efek yang lebih besar pada operasi CJNG daripada tersingkirnya El Mencho."
Selain Silva, petugas juga bergerak cepat meringkus kaki tangannya yang berperan dalam sektor finansial kelompok tersebut.
Sosok bernama Cesar Alejandro N tersebut diduga kuat menjadi otak di balik pencucian uang hasil kejahatan Silva.
Meksiko kini sedang berada di bawah sorotan tajam dunia internasional terkait stabilitas keamanan nasionalnya.
Hal ini berkaitan erat dengan posisi negara tersebut sebagai salah satu tuan rumah ajang sepak bola terbesar.
Pemerintah dituntut untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengendalikan geng kriminal bersenjata yang sering memicu kerusuhan.
Meski tekanan dari luar negeri sangat kuat, otoritas setempat tetap memegang kendali penuh atas operasi keamanan domestik.
Presiden Claudia Sheinbaum secara konsisten menolak tawaran intervensi militer langsung dari negara tetangga dalam memerangi kartel.
Kekacauan di Meksiko semakin memuncak setelah tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho pada awal tahun ini.
Kekosongan kekuasaan tersebut memicu perang saudara antar faksi kartel yang mengakibatkan tewasnya puluhan warga sipil dan anggota garda nasional.
Kelompok Jalisco New Generation Cartel (JNGC) sendiri telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat karena skala operasinya yang merusak dan keterlibatannya dalam perdagangan narkoba internasional yang masif.
Penangkapan El Jardinero diharapkan menjadi titik balik untuk mengembalikan situasi kondusif di kawasan tersebut.