DPR Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Singgung Perlintasan Liar hingga Sistem Sinyal

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 28 April 2026 | 16:16 WIB
DPR Soroti Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Singgung Perlintasan Liar hingga Sistem Sinyal
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. ANTARA/HO-Humas DPR RI.
  • Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menyoroti kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.
  • Penyebab kecelakaan diduga melibatkan masalah rendahnya kepatuhan publik, banyaknya perlintasan sebidang tanpa penjagaan, serta kegagalan sistem persinyalan kereta.
  • DPR mendesak investigasi transparan KNKT sebagai momentum perbaikan standar keselamatan operasional dan infrastruktur perkeretaapian di seluruh Indonesia.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) dan KRL rute Kampung Bandan-Cikarang di Bekasi Timur

Ia menegaskan bahwa insiden tragis tersebut harus menjadi momentum titik balik bagi perkeretaapian Indonesia untuk merumuskan standar keselamatan yang lebih baik.

"Kami tentu menyampaikan duka mendalam bagi para korban dan keluarganya atas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) yang menabrak KRL PLB 5588a dengan rute Kampung Bandan-Cikarang. Insiden ini sangat memprihatinkan karena saat ini kereta api jarak jauh maupun commuter telah menjadi tulang punggung transportasi kita dan negara juga telah berinvestasi besar untuk terus mengembangkan infrastruktur, teknologi persinyalan, hingga prosedur operasional perjalanan kereta api kita," ujar Syaiful Huda dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Huda menyoroti beberapa faktor krusial yang diduga menjadi pemicu kecelakaan tersebut. Pertama, ia menyayangkan rendahnya tingkat kepatuhan publik di perlintasan sebidang yang sering kali memicu kecelakaan fatal.

"Kepatuhan publik untuk mengutamakan perjalanan kereta masih relatif rendah. Kita masih sering melihat banyak masyarakat kita yang nekat menerobos palang pintu di perlintasan sebidang meskipun sudah ada sinyal kereta hendak melintas. Akibatnya banyak mobil dan motor yang karena terburu-buru macet di tengah perlintasan dan memicu insiden kecelakaan. Ini juga yang mungkin terjadi perlintasan JPL 85 di mana taksi ijo nekat melintas dan mogok di tengah rel sehingga tertemper KRL 5181," jelasnya.

Masalah infrastruktur juga menjadi sorotan tajam. Berdasarkan data yang ia miliki, masih terdapat ribuan perlintasan sebidang di Indonesia yang tidak dijaga, termasuk lokasi kecelakaan di Bekasi Timur.

"Dalam catatan kami saat ini ada sekitar 3.000-4.000 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia, di mana mayoritas perlintasan sebidang ini tanpa penjagaan sehingga kerap memicu kecelakaan kereta. Saat ini hanya 1.200 an titik perlintasan sebidang yang dijaga baik oleh PT KAI, Pemda, maupun Dishub. Sementara ada 2.600 titik yang tanpa penjagaan. Sedangkan sisanya adalah perlintasan liar. Dari informasi yang kami terima perlintasan sebidang JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur adalah perlintasan tanpa penjagaan," ungkap Huda.

Selain masalah eksternal, Huda juga mempertanyakan sistem persinyalan serta faktor manusia di internal operasional kereta api. Ia mempertanyakan mengapa KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju saat jalur di depannya sedang terhambat oleh insiden KRL.

"Ketiga kami menyoroti persoalan signaling di mana harusnya KA Argo Bromo Angrek memperlambat perjalanan atau bahkan menghentikan perjalanan saat ada gangguan perjalanan kereta. Nah saat KRL 5181 terlibat dengan insiden dengan taksi hijau dan KRL 5588 A menghentikan perjalanan di Stasiun Bekasi Timur, pertanyaannya kenapa KA Argo Bromo Anggrek tidak menghentikan perjalanannya. Apakah ini persoalan sinyal atau kelalaian manusia (human error)," tambahnya.

Huda berharap investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dapat mengungkap akar masalah secara transparan. 

Ia mengambil contoh kecelakaan kereta besar di Jepang, Inggris, dan Spanyol yang berhasil memicu revolusi keselamatan di negara-negara tersebut.

"Kecelakaan kereta bahkan di negara maju meskipun jarang tapi pernah terjadi. Seperti kecelakaan kereta Amagasi di Jepang (2005), Kecelakaan Kereta Hatfield di Inggris (2000), dan Kecelakaan Kereta Santiago de Compostela di Spanyol (2013). Namun kecelakaan-kecelakaan ini memicu revolusi standar keselamatan untuk menekan potensi kecelakaan di masa depan. Nah kami berharap kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line juga harus menjadi titik balik untuk merumuskan standar keselamatan yang lebih baik dari PT KAI ke depan," tuturnya.

Terakhir, ia mendesak perbaikan mendasar berdasarkan hasil temuan investigasi nantinya, baik dari sisi manajemen waktu masinis, teknologi persinyalan, maupun pembenahan infrastruktur perlintasan.

"Misal dari hasil investigasi KNKT diketahui jika masinis Argo Bromo merasa tertekan karena dikejar waktu maka harus ada perbaikan manajemen waktu agar tidak menekan masinis secara berlebihan yang mengabaikan keselamatan. Atau jika hasil investigasi menunjukkan adanya persoalan sinyal maka harus ada revolusi persinyalan yang presisi. Atau jika ada hasil investigasi menunjukkan perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang menjadi pemicu maka harus ada perbaikan mendasar terkait infrastruktur," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi

Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 15:38 WIB

Tidak Ada Kata Maaf, Publik Soroti Klarifikasi Green SM Usai Tragedi di Bekasi Timur

Tidak Ada Kata Maaf, Publik Soroti Klarifikasi Green SM Usai Tragedi di Bekasi Timur

Video | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB