Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Serangan udara AS-Israel hancurkan 25 fasilitas medis dan produsen obat vital di Iran.

  • Pasien diabetes dan jantung kesulitan mendapatkan obat akibat kelangkaan stok serta lonjakan harga.

  • Apoteker Iran membangun jaringan informasi darurat untuk membantu distribusi obat kepada pasien kritis.

“Beberapa obat, seperti untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, sangat langka di pasaran. Obat-obatan ini sebenarnya sudah terbatas selama perang, dan warga kesulitan mendapatkannya baik sebelum maupun selama konflik. Kini, kelangkaannya semakin parah,” kata Naim.

Selain hilangnya barang dari peredaran, lonjakan harga yang ekstrem menjadi tembok besar bagi masyarakat kelas bawah untuk mengakses layanan kesehatan.

Ekonomi farmasi yang terguncang membuat daya serap pasar menurun drastis seiring dengan melemahnya kemampuan finansial warga di tengah kecamuk perang.

Sektor impor pun tidak mampu menjadi solusi instan karena hambatan logistik dan sanksi internasional yang menyulitkan pengadaan bahan baku dasar.

Banyak apotek terpaksa beroperasi dengan stok minimal yang membuat proses penyembuhan pasien menjadi jauh lebih lama dari durasi normalnya.

Dr. Pejman Naim menyoroti bagaimana konflik ini telah merobek stabilitas ekonomi apotek yang selama ini menjadi garda depan pelayanan warga.

“Perang berdampak sangat merusak, termasuk terhadap apotek. Penjualan obat anjlok, sementara harga melonjak sehingga warga kesulitan membeli obat penting,” ujarnya.

Pemulihan total industri kesehatan Iran diperkirakan memerlukan waktu bertahun-tahun mengingat kerusakan pada alat-alat produksi yang bersifat sangat spesifik.

Harapan kini tertumpu pada kemungkinan berhentinya kontak senjata agar bantuan kemanusiaan dan bahan baku medis dapat masuk ke Teheran tanpa hambatan.

baca juga

Masyarakat internasional diminta untuk melihat situasi ini sebagai krisis hak asasi manusia akibat penargetan fasilitas sipil yang seharusnya dilindungi hukum internasional.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa penghancuran rantai pasok medis merupakan upaya sistematis untuk melemahkan ketahanan bangsa melalui jalur kesehatan publik.

“Beberapa obat, seperti untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, sangat langka di pasaran. Obat-obatan ini sebenarnya sudah terbatas selama perang, dan warga kesulitan mendapatkannya baik sebelum maupun selama konflik. Kini, kelangkaannya semakin parah,” kata Naim.

Konflik bersenjata yang melibatkan serangan ke fasilitas farmasi di Iran bermula dari meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.

Militer Amerika Serikat dan Israel mengklaim serangan tersebut sebagai langkah strategis, namun otoritas Teheran membantah dengan menunjukkan bukti kerusakan pada fasilitas produsen obat rakyat.

Serangan ini mencakup penghancuran pabrik obat-obatan kritis yang tidak terkait dengan aktivitas militer, sehingga memicu perdebatan mengenai pelanggaran hukum perang.

Hingga saat ini, kelangkaan obat terus meluas sementara komunitas medis internasional mulai menyuarakan kekhawatiran atas potensi bencana kesehatan berskala besar.

Kejahatan perang menjadi istilah yang berulang kali digaungkan oleh pemerintah Iran dalam menanggapi agresi yang secara langsung melumpuhkan sistem pengobatan penyakit tidak menular tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Deretan Fakta Baru Penembakan Trump: Pelaku Naik Kereta dari LA, Senjata Dibeli dari 2023

Deretan Fakta Baru Penembakan Trump: Pelaku Naik Kereta dari LA, Senjata Dibeli dari 2023

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×