20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 15:11 WIB
20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
Ilustrasi pembunuhan (Freepik)
  • Identitas Hakima Boukerouis terungkap setelah 20 tahun melalui kampanye Identify Me Interpol.

  • Polisi menangkap tersangka pertama berkat keberhasilan identifikasi DNA korban di Prancis.

  • Mahkota gigi mahal dan teknologi DNA menjadi kunci utama pemecahan kasus pembunuhan lama.

Suara.com - Misteri panjang mengenai sosok perempuan yang ditemukan tewas di dalam penampung air hujan akhirnya terpecahkan setelah dua dekade berlalu.

Otoritas Prancis secara resmi mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Hakima Boukerouis yang diperkirakan berusia 35 hingga 47 tahun.

Dikutip dari Skynews, keberhasilan ini merupakan terobosan perdana dari inisiatif global Interpol yang bertujuan memberikan nama bagi jenazah tanpa identitas.

Ilustrasi pembunuhan  (unsplash)
Ilustrasi pembunuhan (unsplash)

Langkah maju ini sekaligus mematahkan kebuntuan penyelidikan yang telah membeku sejak penemuan tragis pada awal tahun 2005.

Melalui metode pencarian DNA kekeluargaan, tim investigasi berhasil menghubungkan data biologis korban dengan kerabatnya yang masih hidup.

Interpol melalui unit investigasi kriminal Gendarmerie di Metz juga telah mengamankan seorang tersangka yang diduga kuat terlibat.

Penangkapan ini menandai momen bersejarah karena menjadi kasus pertama yang berhasil membuahkan hasil hukum dari kampanye Identify Me.

Ilustrasi Pembunuhan (freepik)
Ilustrasi Pembunuhan (freepik)

Sekretaris Jenderal Interpol, Valdecy Urquiza, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menggali kembali kasus-kasus lama yang belum tuntas.

"Kemajuan seperti ini juga menunjukkan dampak nyata dari pemanfaatan penuh alat identifikasi yang tersedia," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Beliau juga menambahkan komitmen organisasi internasional tersebut untuk terus membantu negara-negara anggota dalam proses identifikasi jenazah.

"Interpol tetap berkomitmen untuk mendukung negara-negara anggotanya dalam mengidentifikasi orang meninggal yang tidak dikenal dan memperkuat investigasi melalui kerja sama yang berkelanjutan," tambah Urquiza.

Awal mula kasus ini bermula ketika jasad Hakima ditemukan secara tidak sengaja oleh warga di pinggir jalan desa Saint-Quirin.

Tepat pada 7 Januari 2005, tubuh korban ditemukan tersembunyi di dalam sebuah tong air hujan merek Harcostar yang berbentuk barel.

Kondisi jenazah saat itu terbungkus rapat dalam kantong sampah hitam yang diikat kuat menggunakan tali-tali pengaman.

Saksi mata sempat melihat tong yang sama mengapung di Sungai Red Saar pada pertengahan Oktober 2004 sebelum berpindah lokasi.

Pada masa awal penyelidikan, para detektif sempat menduga bahwa perempuan tersebut berasal dari kawasan Eropa Timur atau Rusia.

Dugaan itu muncul berdasarkan pengamatan fisik awal yang dilakukan oleh tim forensik Prancis di lokasi kejadian perkara.

Namun, fokus penyelidikan kemudian beralih pada detail medis yang sangat spesifik yakni sebuah mahkota gigi tipe Richmond.

Mahkota gigi tersebut merupakan kategori perawatan mahal pada masa itu dan diperkirakan dipasang di fasilitas medis Jerman.

Detail mahkota gigi mewah inilah yang membuat korban sempat dijuluki sebagai "wanita dengan mahkota gigi Richmond" oleh tim pencari.

Kini, spekulasi mengenai kewarganegaraan dan asal-usul korban telah berakhir seiring keluarnya hasil tes DNA yang valid dan akurat.

Penyelidik memastikan bahwa kematian Hakima Boukerouis kemungkinan besar terjadi antara bulan September hingga Oktober pada tahun 2004.

"Kemajuan seperti ini menunjukkan betapa pentingnya untuk terus menyelidiki kasus-kasus lama yang belum terpecahkan," kata Valdecy Urquiza menekankan signifikansi kasus ini.

Penangkapan tersangka yang dilakukan baru-baru ini diharapkan mampu mengungkap motif di balik tindakan keji yang menimpa Hakima.

Pihak kepolisian Metz kini sedang mendalami keterkaitan tersangka dengan aktivitas korban sesaat sebelum dilaporkan menghilang atau meninggal dunia.

Kasus Hakima Boukerouis bermula pada Januari 2005 di Saint-Quirin, Prancis, saat jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam tong plastik.

Selama bertahun-tahun, identitasnya tidak diketahui dan hanya dikenali lewat mahkota gigi Richmond yang mahal, hingga Interpol memasukkannya dalam kampanye "Identify Me".

Kampanye ini bertujuan mengidentifikasi puluhan jenazah perempuan di Eropa melalui bantuan publik dan teknologi forensik terbaru.

Setelah 20 tahun, penggunaan DNA kekeluargaan akhirnya berhasil mengungkap nama aslinya dan berujung pada penangkapan tersangka pertama dalam sejarah kampanye tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat

Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 14:10 WIB

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:51 WIB

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:20 WIB

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:10 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB