- Dominique Camila Olortigue Quispe asal Chile tewas dibunuh setelah dijebak pelaku dalam sebuah acara pertukaran kartu Pokemon.
- Pelaku utama Bastian Carvajal Donoso memanfaatkan reputasi palsu untuk merampas koleksi kartu Pokemon bernilai tinggi milik korban.
- Kepolisian Chile menetapkan dua tersangka setelah bukti CCTV dan investigasi memastikan korban tidak pernah keluar dari apartemen.
Suara.com - Kasus hilangnya Dominique Camila Olortigue Quispe, seorang penjual kartu Pokemon asal Chile, berakhir dengan kabar tragis.
Perempuan berusia 20 tahun itu dipastikan menjadi korban pembunuhan berencana setelah menghilang sejak 13 Maret 2026.
Penyelidikan mengungkap bahwa motif utama pelaku adalah mengincar koleksi kartu Pokémon milik korban yang memiliki nilai tinggi.
Fenomena ini mencerminkan perubahan tren, di mana kartu Pokemon kini tidak lagi sekadar hobi, melainkan aset investasi bernilai fantastis.
Popularitas kartu langka seperti Pikachu Illustrator bahkan sempat mencuri perhatian dunia setelah terjual dengan harga fantastis dalam sebuah lelang oleh Logan Paul.
Di Indonesia sendiri, nilai kartu langka juga terus meningkat dan mulai diburu kolektor. Namun, tingginya nilai ekonomi ini turut memunculkan risiko kriminal.
Dalam kasus Dominique, korban awalnya diundang ke sebuah acara tukar-menukar kartu yang disebut sebagai 'private event'.
![Kartu pokemon termahal menghilang. [YouTube/@smpratte]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/11/45073-kartu-pokemon.jpg)
Undangan tersebut diklaim hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, sehingga membuat korban percaya dan datang tanpa pendamping.
Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Chile, pelaku utama Bastian Carvajal Donoso, memanfaatkan reputasi palsu sebagai pedagang berpengalaman untuk meyakinkan korban.
Ia disebut telah membangun citra sebagai sosok terpercaya di komunitas jual-beli kartu Pokémon.
Menukil dari laporan Canal 13 Chile, kecurigaan keluarga muncul sehari setelah Dominique menghilang. Ibunya menerima pesan dari nomor korban yang mengaku sedang berada di Peru.
Namun, gaya bahasa yang digunakan dinilai tidak biasa, sehingga memicu kekhawatiran.
Pelacakan sinyal ponsel kemudian menunjukkan bahwa perangkat tersebut tidak pernah keluar dari Santiago.
Bukti rekaman CCTV memperkuat dugaan kejahatan. Dominique terlihat terakhir kali bersama pelaku di sekitar Metro Bellas Artes sebelum masuk ke sebuah apartemen di kawasan Santiago Centro.
Rekaman tersebut menunjukkan korban tidak pernah keluar dari lokasi tersebut, sementara pelaku terlihat meninggalkan gedung seorang diri.
Selain bukti visual, penyidik juga mengumpulkan bukti biologis dari tempat kejadian serta keterangan dari dua tersangka yang saling bertentangan.
Setelah penyelidikan selama 40 hari, polisi akhirnya menangkap dua orang, yakni Bastian sebagai pelaku utama dan Ruth Navarro Conejeros yang diduga membantu aksi tersebut.
Keduanya kini telah mengakui keterlibatan dan ditahan dengan tuduhan perampokan yang disertai pembunuhan.
Meski proses hukum terus berjalan, kasus ini masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Hingga kini, jasad Dominique belum ditemukan, begitu juga dengan koleksi kartu berharganya.
Sang ibu, Vilma Quispe hanya berharap jenazah putrinya dapat ditemukan agar bisa dimakamkan dengan layak.
"Di hatinya tidak ada kejahatan. Mungkin dia terlalu percaya pada mereka," ungkapnya.
Pihak kejaksaan meyakini Dominique telah meninggal dunia berdasarkan bukti yang ada, meskipun jasadnya masih belum ditemukan hingga saat ini.