-
Cole Tomas Allen didakwa mencoba membunuh Donald Trump menggunakan berbagai senjata api mematikan.
-
Seorang agen Secret Service tertembak saat melumpuhkan tersangka di acara gala Washington.
-
Pemerintah Amerika Serikat segera mengevaluasi total protokol keamanan presiden pasca insiden penembakan.
Suara.com - Aksi nekat Cole Tomas Allen yang mencoba menerobos pengamanan ketat gala Gedung Putih membuktikan adanya ancaman nyata terhadap keselamatan Donald Trump.
Pria asal California berusia 31 tahun ini kini menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup setelah upaya pembunuhan tersebut gagal total.
Dikutip dari BBC, Allen hadir di pengadilan Washington DC pada hari Senin tanpa memberikan pembelaan atas tiga dakwaan berat yang menjerat dirinya.

Insiden berdarah ini menjadi alarm keras bagi sistem proteksi pejabat tinggi Amerika Serikat yang selama ini dianggap sangat mustahil ditembus.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana seorang warga sipil bersenjata lengkap mampu mencapai titik yang sangat dekat dengan presiden.
Jaksa mengungkapkan bahwa Allen membawa senjata api semi-otomatis, shotgun, dan tiga bilah pisau saat menyerbu titik pemeriksaan keamanan.
![Seorang pria bernama Cole Tomas Allen, yang diduga sebagai pelaku penembakan dalam insiden di luar acara makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA), Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/27/42894-cole-tomas-allen.jpg)
Tersangka diketahui melakukan perjalanan lintas negara bagian dari Torrance, Los Angeles, menuju ibu kota hanya demi melancarkan aksinya.
Data pengadilan menunjukkan Allen sempat singgah di Chicago sebelum akhirnya memesan kamar di Hotel Hilton Washington, lokasi acara berlangsung.
Pelaku yang merupakan lulusan California Institute of Technology ini diduga telah merencanakan serangan ini secara sistematis dan matang.
Meskipun memiliki latar belakang pendidikan tinggi, Allen memilih jalan kekerasan untuk menyampaikan pesan politik atau kebencian pribadinya.
Suasana makan malam resmi yang dihadiri Donald Trump dan JD Vance seketika berubah menjadi kekacauan saat suara tembakan mulai meletus.
"Satu petugas Secret Service tertembak di dada, tetapi mengenakan rompi balistik yang berfungsi," ungkap Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche.
Allen diduga sempat melepaskan tembakan dari senapan shotgun miliknya sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh agen di lokasi kejadian.
"Petugas heroik yang tertembak ini melepaskan lima tembakan ke arah Allen, yang tidak tertembak tetapi jatuh ke tanah dan segera ditangkap," tambah Blanche.
Beruntung petugas yang menjadi korban tidak mengalami luka serius dan sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.