- Dua anggota keluarga tewas dalam ritual pengusiran setan yang dilakukan keluarga besar di Provinsi Tây Ninh, Vietnam, tahun 2023.
- Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara bagi lima terdakwa karena terbukti membantu tindakan penyiksaan yang menyebabkan hilangnya nyawa para korban.
- Dua pelaku utama tidak diadili secara pidana karena mengalami gangguan kejiwaan dan diwajibkan menjalani perawatan medis secara intensif.
Suara.com - Ritual mistis tak hanya jadi hal lumrah yang sering kita jumpai di Indonesia. Di Vietnam, ritual mistis yang dilakukan keluarga besar berujung tragis.
Kasus ritual mistis bikin gempar di Provinsi Tây Ninh, Vietnam mengakibatkan dua anggota keluarga meninggal dunia.
Kasus ini sendiri sudah memasuki babak akhir dan pengadilan Tây Ninh pada 22 April 2026 menjatuhkan hukuman penjara kepada lima terdakwa dalam perkara yang sempat menggemparkan publik pada 2023.
Kelima terdakwa yakni Mai Van Hau (40), Mai Th Lanh (48), Nguyen Minh Trí (23), Mai Trong Hieu (34), dan Mai Van Thao (26) dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan yang dipicu praktik mistis.
Dilansir dari Tuoi Tre, peristiwa tragis ini bermula dari ritual pengusiran setan yang dilakukan keluarga besar tersebut.
![Kasus ritual mistis bikin gempar di Provinsi Tây Ninh, Vietnam mengakibatkan dua anggota keluarga meninggal dunia. [Tuoi Tre]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/22/78217-ritual-mistis-di-vietnam.jpg)
Menurut fakta persidangan, insiden terjadi pada 23 Oktober 2023 saat seorang anggota keluarga, Mai Th Nho, mengklaim dirinya dirasuki arwah ayahnya yang telah meninggal.
Ia kemudian meminta seluruh anggota keluarga berkumpul untuk melakukan ritual penebusan dosa.
Sebanyak 22 anggota keluarga berkumpul dan mengikuti instruksi ritual, mulai dari membakar dupa hingga berdoa bersama.
Dalam prosesi tersebut, sebagian anggota diminta menutup diri dengan selimut, sementara ritual utama dipimpin oleh Nho bersama adiknya, Mai Th Tuyen.
Situasi berubah ketika Nho menuduh dua anggota keluarga lainnya kerasukan roh jahat.
Bersama Tuyen dan dibantu para terdakwa, kedua korban kemudian diperlakukan dalam serangkaian tindakan penyiksaan yang pelaku sebut sebagai penyembuhan.
Proses tersebut berlangsung berjam-jam, dari malam hingga pagi hari, hingga kedua korban akhirnya meninggal dunia di lokasi.
ementara anggota keluarga lain dilaporkan mengalami kelelahan akibat tidak makan dan minum selama ritual berlangsung.
Hasil penyelidikan menyebut Nh dan Tuyn sebagai pelaku utama yang menyebabkan kematian korban.
Namun, keduanya tidak diadili karena hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan kejiwaan, sehingga diwajibkan menjalani perawatan medis.