Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
baca 10 detik

Kanselir Friedrich Merz mengkritik lemahnya strategi Amerika Serikat dalam menghadapi taktik diplomasi Iran.

Konflik Iran berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi Jerman dan stabilitas pasar energi global.

Jerman siap membantu mengamankan Selat Hormuz dengan syarat pertempuran militer harus segera dihentikan.

Situasi panas di Timur Tengah ternyata tidak hanya menjadi persoalan keamanan tetapi juga menjadi beban finansial berat.

"Saat ini situasinya cukup rumit,” kata Merz. "Dan hal ini menghabiskan banyak uang. Konflik ini, perang melawan Iran, berdampak langsung pada output ekonomi kami.”

Gangguan pada stabilitas kawasan telah memicu fluktuasi pasar yang merugikan produktivitas industri nasional di wilayah Jerman.

Biaya logistik dan ketidakpastian pasokan energi menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinan Merz.

Oleh karena itu, penyelesaian konflik Iran menjadi prioritas yang mendesak demi memulihkan kesehatan ekonomi domestik Jerman.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Jerman menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam menjaga kelancaran jalur perdagangan dunia.

Pemerintah Jerman tetap menawarkan pengiriman kapal pembersih ranjau guna memastikan keamanan navigasi di wilayah Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak global yang sangat rawan terhadap sabotase selama masa peperangan berlangsung.

Namun, Merz memberikan catatan khusus bahwa bantuan militer teknis tersebut hanya akan dikirimkan jika ada gencatan senjata.

baca juga

Syarat utama dari pengerahan armada Jerman adalah berakhirnya seluruh aktivitas pertempuran secara total di wilayah perairan tersebut.

Di sela kunjungannya ke Carolus-Magnus-Gymnasium di Marsberg, Merz juga berbicara mengenai masa depan kedaulatan Uni Eropa.

Ia mendorong agar negara-negara anggota blok Eropa mulai mengambil peran kepemimpinan yang lebih dominan dan mandiri.

Secara demografi, Uni Eropa memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih besar dibandingkan dengan total populasi Amerika Serikat.

"Jika kita bersatu dengan lebih efektif dan melakukan lebih banyak hal secara bersama-sama, setidaknya kita bisa sekuat Amerika Serikat,” katanya.

Visi Merz adalah menjadikan Eropa sebagai kekuatan penyeimbang yang mampu berdiri tegak tanpa harus selalu bergantung pada Washington.

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat telah memasuki fase baru yang melibatkan ketegangan di jalur maritim strategis.

Jerman sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa sangat berkepentingan terhadap stabilitas harga energi dan keamanan jalur logistik.

Pernyataan Merz ini muncul di tengah kekhawatiran global akan terjadinya resesi akibat gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz.

Kritik ini juga mencerminkan pergeseran sikap politik Jerman yang mulai berani mempertanyakan kebijakan luar negeri sekutu utamanya.

Dengan kondisi ekonomi yang tertekan, Berlin kini lebih vokal dalam menuntut kepastian strategi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump

Foto Kerang Berkode 86 47 Bongkar Rencana Pembunuhan Donald Trump

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:22 WIB

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:04 WIB

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Health | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:49 WIB

Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi

Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:45 WIB

Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?

Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:45 WIB

Cara Dapat Cashback Instan Rp150 Ribu di tiket.com Pakai Kartu BRI

Cara Dapat Cashback Instan Rp150 Ribu di tiket.com Pakai Kartu BRI

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:44 WIB

Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur

Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:43 WIB

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo

Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:40 WIB

×