Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 April 2026 | 17:50 WIB
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal
Ilustrasi motor listrik unntuk transisi energi. (Freepik)

Suara.com - Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi di tengah krisis energi global yang dipicu penutupan Selat Hormuz. Salah satu langkah yang ditempuh adalah program konversi massal sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.

Dilansir dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada 29 April 2026, kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan bahwa target konversi hingga 120 juta motor listrik memerlukan perencanaan matang dan pendekatan yang realistis.

CEO IESR, Fabby Tumiwa, menilai kapasitas industri saat ini belum mampu mengejar target tersebut dalam waktu dekat.

“Dengan 120 juta motor listrik, maka jika dilihat dengan kecepatan yang ada sekarang, menyelesaikan target ini butuh waktu 6 ribu tahun,” ujar Fabby.

Selain soal kapasitas produksi, tantangan besar juga datang dari sisi pembiayaan. IESR mencatat, biaya konversi motor dengan spesifikasi setara 100 cc mencapai sekitar Rp15 juta per unit. Jika dikalikan dengan target 120 juta unit, total kebutuhan anggaran bisa mencapai Rp2.400 triliun.

“Beban fiskalnya bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat subsidi energi per tahun. Ini menurut kami tidak ekonomis, dan infrastruktur SPKLU-nya masih belum merata. Intinya, ini bukan strategi yang realistis untuk sekarang,” kata Fabby.

Kendala lain juga muncul dari sisi teknis, terutama terbatasnya jumlah bengkel konversi. Saat ini, jumlah bengkel resmi baru sekitar 40 unit dan sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek.

Meski demikian, IESR menilai program ini tetap memiliki peluang jika dijalankan secara bertahap dan terarah. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah memprioritaskan segmen pengguna dengan tingkat pemanfaatan tinggi, seperti pengemudi ojek online dan kurir.

baca juga

Selain itu, wilayah dengan biaya energi tinggi dan akses BBM terbatas, seperti daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), juga dinilai layak menjadi prioritas implementasi.

IESR juga mengusulkan skema tukar tambah untuk kendaraan berusia di atas 10 tahun guna mempercepat adopsi kendaraan listrik.

“Kenapa usia 10 tahun ke atas, karena di usia itu nilai ekonominya sudah hampir tidak ada,” ujar Fabby.

Untuk mendukung implementasi, pemerintah dinilai perlu menggandeng produsen kendaraan listrik dalam uji coba dan pengembangan teknologi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan yang lebih tersegmentasi dan realistis, transisi menuju kendaraan listrik dinilai tetap dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan energi fosil tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji

Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji

Otomotif | Rabu, 29 April 2026 | 12:24 WIB

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Tak Cuma Motor Listrik, Menperin Buka Opsi Adanya Subsidi Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Menperin Bocorkan Nasib Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta dari Menkeu Purbaya

Menperin Bocorkan Nasib Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta dari Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!

Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:01 WIB

Membaca Ledakan EQ: Kiat Menuju Sukses Karir dengan Empati

Membaca Ledakan EQ: Kiat Menuju Sukses Karir dengan Empati

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:00 WIB

3 Shade Hanasui Mattedorable untuk Kulit Sawo Matang Terbaik agar Wajah Tampak Cerah

3 Shade Hanasui Mattedorable untuk Kulit Sawo Matang Terbaik agar Wajah Tampak Cerah

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:56 WIB

Kenapa Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI?

Kenapa Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:52 WIB

Donald Trump Kesal Banget ke Benjamin Netanyahu: Anda Tak Perlu Kasih Tahu Saya soal Itu

Donald Trump Kesal Banget ke Benjamin Netanyahu: Anda Tak Perlu Kasih Tahu Saya soal Itu

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:51 WIB

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:51 WIB

Sinopsis Film Onslaught, Aksi Seorang Ibu Lawan Pasukan Super Mematikan

Sinopsis Film Onslaught, Aksi Seorang Ibu Lawan Pasukan Super Mematikan

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:50 WIB

Bantal Hijau dan Kotak Hitam, Kunci Misteri Tewasnya Sutrimo di Klinik Tua?

Bantal Hijau dan Kotak Hitam, Kunci Misteri Tewasnya Sutrimo di Klinik Tua?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mazda Luncurkan Mobil Listrik dan Dua Model Baru di GIIAS 2026

Mazda Luncurkan Mobil Listrik dan Dua Model Baru di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:47 WIB

Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?

Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:44 WIB

×