Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 09:51 WIB
Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC
Menteri Energi Suhail Al Mazrouei (CNN)
  • Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC untuk mengejar target produksi mandiri secara bebas.

  • Kepergian ini melemahkan pengaruh Arab Saudi dalam mengendalikan stabilitas harga minyak dunia secara global.

  • Analis memprediksi risiko volatilitas harga tinggi akibat hilangnya kapasitas cadangan strategis aliansi energi.

Suara.com - Langkah Uni Emirat Arab meninggalkan kartel minyak OPEC diambil untuk memastikan kebijakan energi nasional tetap lincah.

Keputusan ini dianggap sangat tepat mengingat kondisi Selat Hormuz yang saat ini sedang mengalami penutupan akses.

Dampak dari pengunduran diri ini diprediksi tidak akan mengguncang stabilitas harga minyak di pasar global secara drastis.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Keterbatasan distribusi di jalur laut utama tersebut membuat volume ekspor dari berbagai negara produsen menjadi tertahan.

UEA menilai momentum ini sebagai waktu terbaik untuk melakukan transisi kebijakan tanpa membebani negara-negara mitra lainnya.

Menteri Energi Suhail Al Mazrouei menegaskan bahwa langkah ini merupakan perwujudan kedaulatan penuh negara atas sumber dayanya.

Ia menyampaikan bahwa pilihan untuk keluar sama sekali tidak dipengaruhi oleh tekanan politik dari pihak eksternal.

Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]
Harga minyak dunia naik tipis [Foto: ANTARA]

Fokus utama pemerintah adalah memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam merespons fluktuasi ekonomi dengan cepat.

Keanggotaan dalam organisasi internasional terkadang memberikan batasan produksi yang tidak selaras dengan visi jangka panjang negara.

Dengan menjadi pemain mandiri, UEA berharap dapat lebih adaptif dalam menghadapi tantangan industri migas masa depan.

Suhail Al Mazrouei dalam wawancaranya menjelaskan secara detail mengenai latar belakang waktu pengambilan keputusan strategis tersebut.

"Waktunya tepat karena tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar dan harga karena Selat Hormuz ditutup dan dibatasi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa situasi geografis saat ini secara alami telah membatasi kemampuan distribusi seluruh produsen minyak.

"Jadi semua orang terkendala, termasuk kami, namun mengambil keputusan sekarang akan membantu semua teman kami… (untuk) tidak merasakan tekanan pada harga," tambahnya.

Penjelasan ini ditujukan untuk menenangkan kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi lonjakan harga akibat berkurangnya koordinasi produksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

3 Bulan Nganggur, Steven Gerrard Dibidik Klub Championship

3 Bulan Nganggur, Steven Gerrard Dibidik Klub Championship

Bola | Selasa, 28 April 2026 | 11:08 WIB

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran

News | Senin, 27 April 2026 | 15:06 WIB

Terkini

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:06 WIB

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:51 WIB

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:10 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB