Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 12:28 WIB
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
Selat Hormuz (Freepik)
  • Donald Trump menggunakan blokade laut total untuk memaksa Iran menghentikan program senjata nuklir.

  • Militer Amerika Serikat menyiapkan rencana serangan infrastruktur jika diplomasi melalui blokade ekonomi gagal.

  • Iran mengancam akan melakukan aksi balasan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap blokade.

Suara.com - Donald Trump memilih jalur isolasi maritim total untuk memaksa Iran menyerah pada kesepakatan nuklir baru yang jauh lebih ketat.

Presiden Amerika Serikat ini secara terbuka menolak tawaran Teheran yang meminta pembukaan akses Selat Hormuz sebelum dimulainya perundingan.

Langkah ini menandai pergeseran taktik Washington yang kini lebih mengandalkan kelumpuhan ekonomi daripada sekadar intimidasi udara.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Strategi "mencekik" ini dirancang untuk membuat rezim Iran tidak memiliki pilihan lain selain kembali ke meja negosiasi.

Trump meyakini bahwa daya tawar Amerika Serikat saat ini berada pada titik tertinggi akibat tekanan di jalur perdagangan laut.

"Blokade ini jauh lebih efektif daripada pengeboman, mereka tercekik seperti babi yang kekenyangan, dan keadaannya akan menjadi lebih buruk bagi mereka, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada Axios.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)
Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Meskipun blokade menjadi prioritas, Komando Pusat AS (CENTCOM) dikabarkan telah merancang skema serangan kilat yang sangat kuat.

Target potensial dari operasi militer tersebut mencakup berbagai infrastruktur vital guna memecah kebuntuan proses diplomasi.

Hingga saat ini, perintah untuk melakukan tindakan kinetik atau serangan fisik belum diturunkan oleh Gedung Putih.

Trump lebih memilih melihat dampak kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh penutupan akses ekspor minyak mentah Iran.

"Mereka ingin berdamai, mereka tidak ingin saya meneruskan blokade, saya tidak ingin [menghentikan blokade], karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," tambah Trump.

Presiden mengklaim bahwa fasilitas penyimpanan minyak dan pipa-pipa di Iran berada dalam kondisi kritis dan hampir meledak.

Ketidakmampuan Iran mengekspor komoditas utama mereka menyebabkan penumpukan beban teknis pada infrastruktur energi di dalam negeri.

Kendati demikian, sejumlah analis internasional masih meragukan tingkat keparahan klaim ledakan infrastruktur yang dilontarkan Trump.

Di sisi lain, perundingan antara kedua belah pihak diklaim masih berlangsung meskipun dalam kondisi tekanan yang sangat berat.

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan bertindak cukup jauh atau tidak, saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju bahwa tidak akan pernah ada senjata nuklir," kata Trump.

Pihak Teheran melalui media pemerintah memberikan sinyal perlawanan yang sangat serius terhadap kehadiran armada laut Amerika.

Sumber keamanan senior Iran menyatakan bahwa tindakan praktis yang belum pernah terjadi sebelumnya akan segera diambil sebagai balasan.

Militer Iran merasa telah cukup menahan diri untuk memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi selama beberapa waktu terakhir.

Pihak Iran menegaskan bahwa kesabaran mereka memiliki batas dan respon penghukuman sedang disiapkan jika blokade tidak segera diangkat.

Ketegangan ini bermula dari tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan nuklir yang dianggap mengancam stabilitas global.

Pemerintah AS menggunakan kekuatan Angkatan Laut untuk menutup jalur ekonomi Iran sebagai bentuk sanksi fisik yang melampaui sekadar kebijakan di atas kertas.

Kondisi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam status siaga tinggi mengingat kedua negara memiliki kesiapan militer yang saling berhadapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Pejabat Sepak Bola Iran Ditolak Masuk Kanada Jelang Kongres FIFA

Pejabat Sepak Bola Iran Ditolak Masuk Kanada Jelang Kongres FIFA

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 11:25 WIB

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal

News | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB