Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 April 2026 | 14:05 WIB
Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?
Ilustrasi perempuan mencari pekerjaan (Magnific)

Suara.com - Transisi energi di Indonesia dinilai berpotensi memicu ketimpangan sosial baru jika aspek inklusivitas tidak menjadi perhatian utama. Di tengah proyeksi jutaan lapangan kerja hijau (green jobs), keterlibatan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas masih tergolong minim.

Studi terbaru menunjukkan, Indonesia berpotensi menciptakan 6,31 hingga 10,19 juta lapangan kerja bersih pada 2060 dari sektor energi terbarukan. Sub-sektor energi surya diperkirakan menyerap 1,86 hingga 4,57 juta tenaga kerja, disusul tenaga air dengan 1,79 hingga 2,36 juta pekerjaan.

Namun, dalam praktiknya, distribusi kesempatan kerja tersebut belum berjalan inklusif. Data yang dipaparkan dalam diseminasi riset Koaksi Indonesia di Jakarta, Rabu (29/4/2026), menunjukkan keterlibatan perempuan di sektor energi terbarukan Indonesia masih di bawah 15 persen.

Lebih jauh, akses bagi penyandang disabilitas bahkan nyaris tidak terlihat. Dari 15 perusahaan yang diteliti, hanya satu perusahaan yang tercatat melibatkan penyandang disabilitas dalam operasionalnya. Selain itu, banyak pekerjaan di sektor ini masih didominasi kontrak jangka pendek tanpa perlindungan sosial yang memadai.

Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia, Azis Kurniawan, menilai kondisi ini menjadi paradoks di tengah narasi transisi energi yang berkeadilan.

“Tanpa tata kelola yang inklusif, jutaan lapangan kerja hanya akan dinikmati segelintir kelompok,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa prinsip Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) harus menjadi bagian utama dalam perencanaan transisi energi, bukan sekadar pelengkap kebijakan.

Sementara itu, Widyaswara Ahli Utama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Khulaemi, menegaskan pentingnya membuka ruang lebih besar bagi perempuan di sektor teknis energi.

“Tidak semua teknik laki-laki. 30 persen itu kalau bisa perempuan,” tegasnya.

Ia menyebut pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis di sektor energi terbarukan yang juga terbuka bagi perempuan.

Bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan sekaligus peluang besar untuk masuk ke sektor energi masa depan. Namun, tanpa kebijakan yang inklusif dan implementasi yang konsisten, transisi energi dikhawatirkan hanya akan mereplikasi ketimpangan lama dalam bentuk baru.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?

Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:25 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:28 WIB

Terkini

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:10 WIB

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB