- Kapal induk USS Gerald Ford akan kembali ke Virginia setelah menyelesaikan penugasan perang terpanjang selama 295 hari.
- Kapal tersebut menjalankan operasi militer di wilayah Karibia dan Timur Tengah sejak berangkat dari Norfolk Juni lalu.
- Misi tersebut berhasil diselesaikan meski sempat terkendala masalah teknis pada sistem sanitasi serta insiden kebakaran di kapal.
Suara.com - Kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat, USS Gerald Ford, bersiap kembali ke tanah air setelah menjalani penugasan perang terpanjang dalam sejarah modern.
Angkatan Laut AS. Kapal raksasa itu menutup misi lebih dari 300 hari yang mencakup operasi perang melawan Iran hingga terlibat dalam operasi militer terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menurut laporan AP, USS Gerald R. Ford akan meninggalkan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan dan dijadwalkan tiba di negara bagian Virginia pada pertengahan Mei.
Kapal induk tersebut telah beroperasi selama 295 hari sejak berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk pada Juni tahun lalu.
Durasi itu melampaui rekor sebelumnya milik USS Abraham Lincoln yang menjalani penugasan 294 hari pada 2020.
![Perang AS-Iran mengungkap fakta tak mengenakkan bagi militer Amerika Serikat. Pasalnya, kapal induk mereka yakni USS Gerald Ford sempat mengalami masalah teknis yakni tak berfungsinya toilet. [NY Post]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/95391-toilet-uss-gerald-ford.jpg)
Awalnya, USS Gerald R. Ford dikerahkan ke Laut Mediterania sebelum dipindahkan ke kawasan Karibia pada Oktober dalam pengerahan armada besar AS di wilayah itu.
Di sana, kapal tersebut terlibat dalam operasi militer yang disebut berkaitan dengan upaya penangkapan Maduro.
Setelah itu, kapal induk tersebut bergerak ke Timur Tengah saat ketegangan dengan Iran meningkat tajam.
USS Ford ikut masuk ke zona konflik sejak awal perang dan melintasi Terusan Suez menuju Laut Merah pada awal Maret.
Di tengah penugasan, USS Gerald R. Ford sempat mengalami insiden kebakaran di area laundry kapal yang memaksanya kembali ke Mediterania untuk perbaikan.
Insiden itu menyebabkan ratusan awak kehilangan tempat tidur sementara selama proses perbaikan.
Selain itu, sempat diterpa masalah teknis terkait toilet untuk pelaut AS.
Dilansir dari Business Insider, lebih dari 4.000 awak kapal juga menghadapi gangguan sistem sanitasi.
Masalah pada toilet dan saluran pembuangan bahkan disebut terjadi berulang kali sejak awal penugasan.
Akibat berbagai kendala tersebut, USS Gerald R. Ford sempat ditarik ke pelabuhan di Laut Mediterania untuk perbaikan.