Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18 WIB
Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover
Anggota Komisi V DPR RI, Sujatmiko. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta sebidang di Indonesia dalam waktu enam bulan.
  • Anggaran tersebut diprioritaskan untuk modernisasi palang pintu otomatis guna meningkatkan keamanan perlintasan kereta api secara nasional tahun ini.
  • Sujatmiko mendorong sinergi antar kementerian dan kelanjutan proyek jalur dwiganda hingga Cikarang untuk meminimalkan risiko kecelakaan kereta api.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Sujatmiko, memberikan respons soal pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) untuk membenahi 1.800 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.

Sujatmiko menegaskan bahwa pengerjaan pengamanan perlintasan ini harus menjadi prioritas utama dan diselesaikan tahun ini juga.

"Pak Prabowo sudah mengeluarkan Bantuan Presiden untuk 1.800 perlintasan. Ini akan segera kita bangun, targetnya paling lama 6 bulan. Jadi tahun ini harus sudah selesai untuk pengamanan perlintasan sebidang tersebut," ujar Sujatmiko di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Terkait besaran anggaran Rp4 triliun, Sujatmiko menilai angka tersebut sudah mencukupi jika tujuannya adalah modernisasi alat pengamanan seperti pemasangan palang pintu otomatis.

Namun, ia memberikan catatan bahwa anggaran tersebut belum cukup jika digunakan untuk membangun perlintasan tidak sebidang secara masif.

"Kalau untuk pemanfaatan dan pemasangan palang otomatis, anggaran Rp4 triliun itu cukup. Tapi kalau untuk membangun perlintasan tidak sebidang (flyover atau underpass), pasti tidak cukup. Untuk jangka panjang, jalan nasional dengan headway (frekuensi) kereta tinggi memang wajib menggunakan flyover," ujarnya.

Ia juga mencontohkan rencana pembangunan flyover di Bulak Kapal, Bekasi, yang tanahnya sudah dibebaskan oleh Pemda dan akan segera memasuki tahap pelelangan tahun ini melalui bantuan pusat.

Sujatmiko menekankan bahwa penyelesaian masalah perlintasan sebidang tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.

Ia mendorong adanya nota kesepakatan (MoU) antara tiga instansi utama karena kepemilikan prasarana yang bersinggungan antara pusat dan daerah.

baca juga

"Harus ada perjanjian kesepakatan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PU. Kita harus tentukan tanggung jawabnya di siapa, karena perlintasan sebidang ini melibatkan prasarana milik daerah dan pemerintah pusat," imbuhnya.

Selain masalah perlintasan, politisi ini juga menyoroti pentingnya kelanjutan proyek Double-Double Track (DDT) atau jalur dwiganda.

Saat ini, jalur DDT baru menyentuh Stasiun Bekasi, padahal layanan Commuter Line sudah mencapai Cikarang.

Sujatmiko berharap pembangunan DDT diteruskan hingga Cikarang agar jalur kereta jarak jauh dan kereta lokal (KRL) bisa terpisah sepenuhnya, sehingga meminimalisir risiko gangguan dan kecelakaan.

"Momentum ini harus kita gunakan agar jalur kereta jarak jauh dan commuter wajib menggunakan double-double track. Jadi jalurnya terpisah. Harapannya bisa diteruskan sampai Cikarang karena sebagian lahannya pun sudah dibebaskan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Kepala negara memerintahkan investigasi serta pembangunan fly over.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:53 WIB

Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan

Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan

News | Kamis, 30 April 2026 | 15:13 WIB

Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?

Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?

Liks | Rabu, 29 April 2026 | 18:21 WIB

KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga

KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga

News | Rabu, 29 April 2026 | 17:46 WIB

Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat

Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:22 WIB

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi

5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:49 WIB

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:47 WIB

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:45 WIB

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:33 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

×