Hizbullah Punya Senjata Baru Mematikan Lawan Israel, Drone Kabel Optik

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:20 WIB
Hizbullah Punya Senjata Baru Mematikan Lawan Israel, Drone Kabel Optik
Drone kabel optik Hezbollah menjadi ancaman mematikan bagi tentara Israel karena mustahil dideteksi radar. (AP)
baca 10 detik
  • Hizbollah gunakan drone kabel optik yang kebal sistem jamming untuk serang tentara Israel.

  • Teknologi kabel serat optik membuat drone tidak terdeteksi radar dan mustahil diputus sinyalnya.

  • Militer Israel kesulitan mendeteksi drone murah ini karena terbang rendah dan sangat cepat.

Suara.com - Hizbullah kini mengerahkan drone berpemandu kabel serat optik yang mustahil dideteksi sistem pertahanan elektronik untuk menggempur wilayah utara Israel.

Senjata yang mengadopsi teknologi perang Ukraina ini memiliki ukuran mikro namun memiliki daya ledak yang sangat mematikan bagi personel militer.

Dikutip dari AP, serangan terbaru alat ini telah merenggut nyawa tentara Israel dan melukai belasan orang lainnya di perbatasan Lebanon Selatan.

Ilustrasi mortir Hizbullah [Istimewa]
Ilustrasi mortir Hizbullah [Istimewa]

Efektivitas senjata ini terletak pada kemampuannya mengabaikan sistem jamming yang biasanya mampu melumpuhkan drone berbasis sinyal radio.

Berbeda dengan drone konvensional, perangkat ini terhubung langsung ke konsol operator melalui kabel tipis yang terus terulur selama penerbangan.

Pakar drone Robert Tollast menyatakan bahwa jika dioperasikan dengan tepat, drone ini benar-benar mematikan karena bisa merayap rendah mendekati target.

"Jika Anda tahu apa yang Anda lakukan, itu benar-benar mematikan," kata Robert Tollast.

Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari kelompok pro-Iran. Hizbullah mulai menghujani Israel dengan roket, memperluas zona konflik.
Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari kelompok pro-Iran. Hizbullah mulai menghujani Israel dengan roket, memperluas zona konflik.

Absennya penggunaan sinyal GPS membuat frekuensi drone ini tidak bisa dipotong oleh teknologi pertahanan udara manapun saat ini.

Keberadaan kabel transparan yang hampir tidak terlihat menjadi tantangan besar bagi militer untuk melakukan intersepsi fisik secara cepat.

baca juga

Namun, kelemahan utama sistem ini adalah risiko kabel yang kusut akibat tiupan angin kencang atau gangguan fisik di jalur terbang.

Pejabat militer Israel mengakui bahwa drone serat optik merupakan ancaman baru yang sangat serius dalam eskalasi konflik di Lebanon.

Langkah ini diambil Hezbollah setelah sistem pertahanan udara Israel terbukti sangat efektif menangkal roket dan rudal berukuran besar.

Produksi drone ini tergolong sangat murah karena menggunakan komponen komersial yang tersedia bebas di pasar publik dan bahan peledak.

Sebagai langkah darurat, militer Israel mulai memasang jaring dan kerangkeng besi pada kendaraan tempur untuk menahan benturan langsung.

Eks Kepala Komando Pertahanan Udara Israel, Ran Kochav, menyebut negaranya saat ini gagal total dalam membendung serangan drone tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia

Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:41 WIB

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:58 WIB

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB

Terkini

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:25 WIB

×