- Kepolisian mengerahkan 3.225 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah Jakarta Pusat pada Senin, 4 Mei 2026.
- Elemen mahasiswa dan masyarakat sipil dijadwalkan menyampaikan aspirasi di Kantor Kemendikti, kawasan Gambir, serta gedung MPR/DPR RI mulai pagi hari.
- Tindakan pengamanan dilakukan secara humanis guna menjamin ketertiban umum dan kelancaran penyampaian pendapat sesuai dengan standar operasional prosedur kepolisian.
Suara.com - Polisi mengerahkan 3.225 personel gabungan untuk mengawal rangkaian aksi demo yang digelar sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di wilayah Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung menyebut ribuan personel tersebut berasal dari unsur Polda Metro Jaya, Polres, serta jajaran Polsek setempat.
Pengamanan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran penyampaian aspirasi sekaligus menjaga ketertiban umum.
"Ada 3.225 personel gabungan untuk melayani aksi unjuk rasa," ujar Reynold kepada wartawan.
Berdasarkan data kepolisian, aksi massa hari ini akan terpusat di beberapa titik strategis.
Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), BEM Kerakyatan, dan Koalisi Masyarakat Sipil dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Kemendiktisaintek RI pada pukul 11.00 WIB.
Di saat yang hampir bersamaan, Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta elemen massa lainnya akan melakukan unjuk rasa di wilayah Gambir mulai pukul 10.00 WIB.
Selain itu, massa dari BEM Universitas Indraprasta PGRI (BEM Unindra) juga direncanakan mendatangi Gedung MPR/DPR RI pada pukul 11.00 WIB.
Reynold menekankan bahwa pengamanan dilakukan dengan prinsip pelayanan yang mengedepankan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Ia juga memastikan seluruh jajarannya akan bekerja sesuai dengan aturan dan standar operasional yang berlaku.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi-lokasi aksi tersebut guna menghindari kepadatan kendaraan.
"Kami hadir untuk melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara humanis, profesional, dan sesuai aturan," jelas Reynold.