- Habib Rizieq mengkritik pernyataan Presiden Prabowo terkait Yaman saat membahas narasi Indonesia gelap pada Senin, 4 Mei 2026.
- Rizieq menduga Presiden Prabowo terpengaruh oleh para penasihat di pemerintahannya yang memiliki sentimen negatif terhadap pihak tertentu.
- Pengangkatan seorang penasihat yang diduga terlibat kasus KM 50 menjadi pemicu munculnya narasi Yaman dalam pidato Presiden Prabowo.
Suara.com - Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyorot pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyeret-nyeret negara Yaman.
Pernyataan yang dimaksud ialah pernyataan kepala negara saat menanggapi soal narasi Indonesia gelap. Dalam pernyataannya, Prabowo kemudian menyinggung Yaman saat bicara ihwal pihak yang ingin kabur dari Indonesia.
Menurut Rizieq, pernyataan Prabowo tersebut tidak serta merta berdiri sendiri. Melainkan ada dasar yang menjadi latar belakang.
Rizieq menduga Prabowo terpengaruh dengan sejumlah pihak yang kini menjadi pembantu serta penasihatnya di pemerintahan. Padahal menurut Rizieq, Prabowo tidak pernah menyinggung hal serupa selama memimpin.
"Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq sebagaimana tayangan video di akun YouTube OfficialIslamicBrotherhoodTV, sebagaimana dilihat Senin (4/5/2026).
Rizieq menyoroti pertemuan Prabowo sebelumnya dengan orang yang ia sebut sebagai menteri segala urusan pada era presiden sebelumnya.
"Dulu kan yang bicara begitu bukan presiden, ada menteri segala urusan tahu kan?" kata Rizieq
"Dipanggil lagi ditemuin diajak ngobrol ada apa? Nular saudara," sambung Rizieq.
Rizieq merasa pernyataan Prabowo tersebut tidak terlepas dari pertemuan Prabowo dengan tokoh yang ia sebut menteri segala urusan.
"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri," ujar Rizieq.
Bukan soal pernyataan tersebut. Rizieq menyoroti istilah Yaman yang dikeluarkan Prabowo beriringan dengan pernyataan sebelumnya.
"Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" kata Rizieq.
Menurut Rizieq, Prabowo mengekuarkan kata Yaman karena terpengaruh dengan seseorang yang ia sebut Jenderal Baliho.
"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara, sudah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara," kata Rizieq.
![Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/01/60792-perayaan-mayday-2026-di-monas-hari-buruh-di-monas-prabowo-subianto.jpg)
Rizieq mempertanyaakan mengapa Prabowo mengangkat Jenderal Baliho sebagai penasihat. Padahal, Rizieq menduga ada keterkaitan dengan kasus KM 50