- Habib Rizieq mengkritik pernyataan Presiden Prabowo terkait Yaman saat membahas narasi Indonesia gelap pada Senin, 4 Mei 2026.
- Rizieq menduga Presiden Prabowo terpengaruh oleh para penasihat di pemerintahannya yang memiliki sentimen negatif terhadap pihak tertentu.
- Pengangkatan seorang penasihat yang diduga terlibat kasus KM 50 menjadi pemicu munculnya narasi Yaman dalam pidato Presiden Prabowo.
"Jenderal Baliho ini Saudara diduga kuat dengan bukti-bukti yang kita miliki indikasi-indikasi yang sudah kita kumpulkan, Saudara. Satu, langsung atau tidak langsung dia terlibat dalam tragedi KM 50. Setidaknya dia ikut siaran pers yang penuh kebohongan bersama Kapolda Metro Jaya saat itu dengan bukti-bukti palsu dengan pestol palsu, peluru palsu Saudara, semuanya serba palsu," tutur Rizieq.
Selain itu, Rizieq menduga adanya keterlibatan Jenderal Baliho dengan kasus begal nasab.
"Ini orang bermasalah dalam KM 50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Saudara, kenapa diangkat jadi penasihat presiden?" kata Rizieq.
"Pantes saja presiden bilang pergi sono ke Yaman karena Jenderal Bariho ini memang benci Yaman," sambungnya.
Rizieq berpandangan istilah Yaman tersebut secara tidak sadar disampaikan Prabowo karena sudah terpengaruh lebih dahulu.
"Ada yang bilang, 'Habib ini bapak presiden terpeleset. Saya percaya terpeleset tapi kenapa bisa terpeleset? Habis ngobrolnya sama orang yang anti Yaman, bagaimana enggak terpeleset?'," kata Rizieq.
"Jadi begitu ngomong ingat tuh sudah kedoktrin ngobrol istana sama orang yang anti Yaman, dijelekin," tandasnya.