-
Iran memperingatkan Amerika Serikat dan UEA untuk menghentikan provokasi militer di wilayah Selat Hormuz.
-
Fasilitas minyak di Fujairah terbakar akibat serangan drone Iran di tengah ketidakpastian gencatan senjata.
-
Menlu Abbas Araghchi menegaskan solusi militer di perairan strategis tersebut hanya akan berakhir buntu.
Ketegangan masif ini merupakan kelanjutan dari serangan awal yang dilakukan oleh aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Selat Hormuz yang menjadi jalur urat nadi minyak dunia sempat ditutup secara total sebagai bentuk protes dari pihak Teheran.
Pakistan sebenarnya telah berhasil memfasilitasi gencatan senjata pada awal April lalu untuk meredam konflik yang lebih luas.
Presiden Donald Trump sendiri telah memberikan instruksi untuk memperpanjang masa tenang tersebut meski tanpa kepastian durasi yang jelas.
Namun, kegagalan mencapai kesepakatan permanen di Islamabad memicu kerentanan baru yang kini meledak menjadi konfrontasi fisik.