- TP PKK DKI Jakarta dan PAM JAYA menyalurkan 357 toren air gratis bagi warga Jakarta Timur pada Kamis, 7 Mei 2026.
- Pemberian fasilitas penampungan air tersebut bertujuan meningkatkan akses air bersih, menjaga kesehatan, serta meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.
- Program kolaboratif ini menargetkan distribusi sebanyak 5.000 unit toren air ke berbagai wilayah DKI Jakarta hingga akhir tahun 2026.
Suara.com - Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan akses air bersih bagi warga ibu kota terus diperkuat.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta bersama Daya Wanita PAM JAYA menyalurkan 357 unit toren air gratis bagi warga di wilayah Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Distribusi toren kali ini menyasar warga yang tersebar di wilayah Pulomas, Gudang Air, dan Klender. Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, hadir langsung dalam kegiatan dengan didampingi Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano Karno, serta jajaran pengurus terkait.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas penampungan air yang memadai akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
"Melalui pembagian toren ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki ketersediaan air yang lebih terjamin di rumah. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang menjaga kesehatan keluarga dan meringankan beban warga dalam kehidupan sehari-hari," ujar Arief.
Selain membantu warga dalam menampung air secara lebih higienis, langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Selama ini, sebagian warga masih bergantung pada pembelian air jeriken eceran yang secara akumulatif memerlukan biaya lebih besar.
Penyaluran toren ini bukan merupakan program singkat. Sejak Januari hingga awal Mei 2026, tercatat 1.000 unit toren telah didistribusikan ke berbagai wilayah di DKI Jakarta.
Secara total, program kolaboratif ini menargetkan penyaluran 5.000 unit toren hingga penghujung tahun 2026.