- Pemimpin ASEAN bertemu di Filipina pada 8 Mei untuk membahas dampak perang Iran terhadap krisis energi kawasan.
- Konflik geopolitik telah menyebabkan lonjakan biaya hidup, ancaman lapangan kerja, serta gangguan distribusi minyak dan gas.
- ASEAN mendorong koordinasi stabilitas pasokan energi melalui skema berbagi energi dan penguatan kerja sama keamanan regional.
“Saya berharap ada implementasi yang lebih nyata terhadap kerja sama ekonomi ASEAN, termasuk ASEAN Power Grid dan kerangka ekonomi digital ASEAN,” ujarnya.
Selain isu energi, ASEAN juga diperkirakan menekankan pentingnya hukum internasional, kedaulatan negara, dan kebebasan navigasi di jalur perdagangan internasional.
Isu tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan yang kembali menjadi titik panas menjelang KTT ASEAN.
Beberapa hari sebelum pertemuan berlangsung, China dan Amerika Serikat beserta sekutunya menggelar latihan militer di kawasan tersebut.
Situasi itu menambah kekhawatiran ASEAN terhadap stabilitas perdagangan dan keamanan regional.