Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Mei 2026 | 13:15 WIB
Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores
Ilustrasi Petani yang Sedang Bertani (Pexels/Ruyat Supriazi)

Suara.com - Wilayah Indonesia Timur dinilai semakin rentan menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim yang kian nyata. Data Badan Pangan Nasional 2025 menunjukkan sebagian besar wilayah rentan pangan di Indonesia berada di kawasan timur, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Flores.

Kondisi geografis yang kering dan rentan terhadap cuaca ekstrem membuat masyarakat di wilayah tersebut menghadapi ancaman gagal panen yang lebih tinggi. Tidak hanya dipengaruhi perubahan cuaca, para petani juga menghadapi ketidakstabilan harga pasar, minimnya dukungan kelembagaan, hingga beban kerja yang tidak setara bagi petani perempuan.

Kondisi tersebut dinilai memicu dampak sosial jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko stunting pada anak-anak di daerah rentan pangan.

Riset kolaborasi peneliti Asia dan Australia menemukan masyarakat lokal mulai mengembangkan berbagai strategi bertahan untuk menghadapi tekanan ekonomi dan krisis pangan. Penelitian yang dipimpin Prof. John McCarthy dari Australian National University menunjukkan sebagian warga mulai beralih menanam tanaman tahunan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, banyak laki-laki usia produktif memilih bermigrasi ke luar pulau, seperti Kalimantan, demi mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih stabil. Migrasi tenaga kerja tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah ketidakpastian hasil pertanian.

Namun, peneliti menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi krisis yang terjadi secara berlapis. Salah satu anggota tim riset, Charina Chazali, mengatakan penelitian ini mendorong lahirnya strategi yang lebih terintegrasi untuk menghadapi tantangan pangan dan iklim secara bersamaan.

“Kami lalu mengembangkan strategi yang sifatnya mungkin tidak baru, tetapi harapannya mampu mengatasi krisis berlapis ini,” ujar Charina.

Penelitian tersebut menawarkan pendekatan nexus berbasis desa sebagai solusi. Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara pengelolaan air, energi, dan pangan dalam satu ekosistem sehingga kebijakan yang dibuat tidak berjalan secara terpisah.

Beberapa langkah yang diusulkan meliputi revitalisasi agroforestri, penguatan program perhutanan sosial, serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

baca juga

Menurut Charina, pendekatan berbasis desa dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi lokal masyarakat.

Urgensi penguatan ketahanan pangan di Indonesia Timur juga disampaikan Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Fajar Nuradi.

Fajar mengatakan masih terdapat 81 kabupaten dan kota di Indonesia Timur yang masuk kategori rentan dan sangat rentan terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pangan dan adaptasi perubahan iklim di tingkat nasional maupun daerah.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:17 WIB

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:34 WIB

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×