Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 11 Mei 2026 | 13:41 WIB
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri. (Suara.com/Tsabita Aulia)
  • Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan gerakan pemilahan sampah dari sumber untuk seluruh masyarakat di wilayah Jakarta.
  • Warga RT 02/RW 03 Komplek Gudang Peluru, Tebet, telah menginisiasi program pemilahan sampah sejak tahun 2017.
  • Program warga tersebut kini kembali diaktifkan pada awal 2026 dengan sistem pengolahan sampah organik yang lebih modern.

Suara.com - Instruksi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, yang belum lama ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendapat sambutan positif di sebagian masyarakat.

Salah satunya di wilayah Komplek Gudang Peluru, RT 02/RW 03, Tebet, Jakarta Selatan, yang justru telah memulai langkah ini lebih awal dan menjadi pionir bagi lingkungan sekitarnya.

Sekretaris RT 02, Erik, mengungkapkan bahwa inisiatif warga di wilayahnya selaras dengan instruksi Gubernur terkait pemilahan empat bentuk sampah.

Erik mengungkapkan, program dilingkungannya merupakan kelanjutan dari upaya panjang yang sudah dirintis sejak tahun 2017, yang kini aktif lagi di awal tahun 2026.

"Jadi justru makanya karena kami di dalam grup-grup RT RW ini jadi disebut pioneer-nya kan ya pionirnya untuk program ini. Kami bahkan nggak pernah kebayang bahwa itu akan jadi sebuah instruksi Gubernur," ujar Erik saat ditemui Suara.com, pada Senin (11/5/2026).

Erik menjelaskan bahwa kesadaran warga muncul dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan petugas kebersihan.

Ia menceritakan bagaimana pada tahun 2017, pihaknya mulai mengedukasi warga untuk memisahkan sampah basah dan kering menggunakan plastik transparan khusus.

"Kenapa dipisahkan? Karena selama ini masyarakat di kita keseringan adalah mencampur dengan satu jenis plastik warna hitam, semua sampah digabung. Akibatnya apa? Sebenarnya kalau dari dalam rumah nggak punya akibat apa-apa nih, tapi begitu keluar rumah jadi akibat, akibatnya apa? Ada pemulung, ada kucing, ada tikus, yang akhirnya dia harus sobek, karena di dalam plastik hitam itulah akhirnya mereka harus menyobek. Ketika nyobek kena air hujan, akhirnya keluar bau," jelasnya.

Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri. (Suara.com/Tsabita Aulia)

Meski sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, pengurus beserta warga RT 02 ini kembali mengaktifkan program ini pada awal tahun 2026 sebagai bentuk kelanjutan program terdahulu.

"Tapi sebenarnya program ini program kelanjutan. Jadi tahun 2017 kita sudah coba edukasi ke masyarakat, ke warga kita khususnya di RT 02 untuk memilah sampah. Tapi waktu itu 2017 sampai 2020 kira-kira gitu ya, itu kita memilah sampah dengan pola memisahkan sampah basah dan kering dengan dua plastik yang berbeda," tambahnya.

Saat ini, pengolahan sampah di wilayah tersebut telah berkembang lebih modern. Erik dan pengurus lingkungan lainnya memanfaatkan teknologi sederhana yang dipelajari secara mandiri untuk mengolah sampah organik di lahan terbatas.

"Ya udah akhirnya sekarang pakailah sistem yang kita pelajari dari YouTube juga dari ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang yang sudah pernah jalanin, ya udahlah kita adalah namanya Teba Modern," ujarnya.

Langkah swadaya warga RT 02 Tebet ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi wilayah lain di Jakarta dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah terkait manajemen sampah kota, sekaligus mengurangi beban pembuangan di tempat pemrosesan akhir seperti TPA Bantar Gebang. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru

Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru

Your Say | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB

Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?

Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:28 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Terkini

Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit

Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:28 WIB

Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?

Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:28 WIB

Perum Bulog Rayakan HUT ke-59 dengan Kegiatan Sosial dan Pelayanan Masyarakat

Perum Bulog Rayakan HUT ke-59 dengan Kegiatan Sosial dan Pelayanan Masyarakat

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:27 WIB

Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas

Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:26 WIB

Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores

Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:15 WIB

Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi

Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:52 WIB

Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah

Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:40 WIB

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:33 WIB

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:28 WIB

11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal

11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:23 WIB