Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56 WIB
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik
Nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah pada Selasa (12/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Akademisi FEB UGM Rijadh Djatu Winardi menyatakan rupiah melemah hingga Rp17.501 per dolar akibat tekanan global dan domestik.
  • Pelemahan rupiah memicu inflasi impor yang meningkatkan biaya produksi perusahaan serta harga barang konsumsi di tingkat masyarakat.
  • Tekanan kurs menambah beban subsidi energi dan utang luar negeri sehingga mempersempit fleksibilitas fiskal pemerintah dalam mengalokasikan anggaran.

Suara.com - Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rijadh Djatu Winardi, menyoroti potensi dampak pelemahan rupiah terhadap perekonomian domestik.

Adapun nilai tukar rupiah saat ini telah menembus angka Rp17.501,65 per dolar AS.

Rijadh menilai pelemahan rupiah saat ini merupakan hasil akumulasi berbagai tekanan yang terjadi secara bersamaan atau disebut perfect storm.

Dari sisi global, ada ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia yang mendorong lonjakan permintaan terhadap dolar AS. Sehingga investor cenderung menjadikannya sebagai aset aman utama.

Sementara itu, dari sisi ekonomi domestik, ia menyebut adanya faktor musiman dan struktural yang turut memperbesar tekanan terhadap rupiah, seperti periode pembayaran dividen kepada investor asing yang secara rutin meningkatkan kebutuhan valuta asing.

Belum lagi, meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ruang fiskal yang semakin terbatas atau defisit yang kian mendekati batas turut mendorong naiknya persepsi risiko terhadap perekonomian domestik.

"Kombinasi dari sisi global dan sisi domestik inilah yang menurut saya membuat pelemahan rupiah terasa lebih tajam," kata Rijadh, dikutip Selasa (12/5/2026).

Mekanisme pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memiliki dampak yang relatif langsung terhadap harga barang yang dikonsumsi masyarakat.

Rijadh menjelaskan bahwa dalam kajian ekonomi, fenomena tersebut dikenal sebagai inflasi impor. Tepatnya ketika pelemahan rupiah menyebabkan kenaikan biaya barang impor dalam denominasi rupiah.

baca juga

Menurutnya, perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi peningkatan biaya produksi. Meski masih memiliki stok lama, penyesuaian harga pada akhirnya sulit dihindari.

Kondisi itu umumnya akan mulai diteruskan kepada konsumen dalam rentang waktu satu hingga beberapa bulan setelahnya.

"Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak," ujarnya.

Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai memberi tekanan besar terhadap sejumlah pos dalam anggaran negara. Terutama pada belanja yang sensitif terhadap pergerakan kurs.

Disampaikan Rijadh, subsidi energi merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Mengingat ketergantungan pada komponen impor yang membuat beban subsidi meningkat saat rupiah melemah.

Selain itu, beban utang luar negeri turut menjadi faktor signifikan karena nilai pembayaran pokok dan bunga dalam rupiah ikut membengkak meskipun kewajiban dalam dolar tidak berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Bukan Sekadar Tren, ESG Kini Jadi 'Jantung' Strategi Bisnis BRI

Bukan Sekadar Tren, ESG Kini Jadi 'Jantung' Strategi Bisnis BRI

Bri | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18 WIB

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:07 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:18 WIB

Ferry Irwandi Bongkar Pertumbuhan Ekonomi 5,61%: Benarkah Cuma Angka di Atas Kertas?

Ferry Irwandi Bongkar Pertumbuhan Ekonomi 5,61%: Benarkah Cuma Angka di Atas Kertas?

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:15 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terburuk Rp17.501, Beban Rakyat Kian Berat Akibat Harga Pangan yang Naik

Rupiah Tembus Rekor Terburuk Rp17.501, Beban Rakyat Kian Berat Akibat Harga Pangan yang Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:59 WIB

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB

Terkini

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:00 WIB

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:59 WIB

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:57 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:35 WIB

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 14:31 WIB

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

×