Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Arief Apriadi

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat upacara pelepasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Presiden Italia Sergio Mattarella mengecam serangan militer Israel terhadap markas UNIFIL di Lebanon yang menewaskan personel penjaga perdamaian.
  • Serangan tersebut menewaskan tiga personel asal Indonesia, sehingga pemerintah menuntut penyelidikan transparan dan akuntabilitas penuh atas insiden.
  • Italia mendesak penghentian segera tindakan agresif di Lebanon untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Presiden Italia, Sergio Mattarella, mengecam keras serangan militer Israel terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang turut menewaskan sejumlah personel penjaga perdamaian, termasuk asal Indonesia.

Mattarella menyebut tindakan yang menargetkan misi perdamaian internasional tersebut tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan demi mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kecaman ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan serangan di wilayah operasi UNIFIL.

Serangan Berulang di Sekitar Pos UNIFIL

Laporan Sky TG24 pada Kamis (14/5) menyebutkan bahwa Mattarella telah menyampaikan protes langsung kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, melalui sambungan telepon.

"Serangan terhadap pasukan PBB di Lebanon merupakan tindakan yang 'tidak dapat diterima'," tegas Mattarella.

UNIFIL sebelumnya menyatakan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas pesawat nirawak di sekitar posisi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di dekat markas besar UNIFIL di Naqoura.

Sebelumnya, pada 8 April, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mengonfirmasi bahwa tembakan peringatan dari Pasukan Pertahanan Israel merusak kendaraan milik pasukan penjaga perdamaian Italia di Lebanon.

baca juga

Pada 2 April, pangkalan kontingen Italia dalam misi UNIFIL juga dilaporkan menjadi sasaran serangan pihak tidak dikenal.

Indonesia Tuntut Penyelidikan

Serangan tersebut juga menewaskan tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Garuda.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah melayangkan protes resmi dan menuntut penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, Indonesia menyerukan investigasi yang segera, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap fakta serta pihak yang bertanggung jawab.

“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri beberapa waktu lalu.

Dua personel Indonesia gugur pada Senin (30/3/2026) dalam insiden di dekat wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan.

Tragedi itu terjadi sehari setelah Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel PBB harus dijamin dan setiap tindakan yang membahayakan peacekeepers merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Seruan untuk Pencegahan Eskalasi

Dalam percakapan dengan Presiden Israel, Mattarella juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Kantor kepresidenan Italia menyebut pembicaraan berlangsung terbuka dan langsung. Italia berharap konflik di Timur Tengah dapat segera diredakan demi stabilitas regional dan global.

Kecaman dari Italia dan tuntutan Indonesia mencerminkan meningkatnya perhatian internasional terhadap keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB serta perlunya perlindungan terhadap mandat UNIFIL, demikian Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:50 WIB

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:59 WIB

Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa

Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

×