Bukan Sekadar Cepat, Transportasi Masa Depan Juga Harus Aman dan Minim Emisi

Vania Rossa

Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:10 WIB
Bukan Sekadar Cepat, Transportasi Masa Depan Juga Harus Aman dan Minim Emisi
Ilustrasi Transjakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Transportasi nasional kini tak hanya mengejar konektivitas, tapi juga memprioritaskan keselamatan dan dampak lingkungan.
  • Upaya ini penting guna memperkuat kepatuhan dan daya saing institusi menghadapi tuntutan keberlanjutan.
  • Penerapan sistem assurance bertujuan menciptakan layanan transportasi massal yang aman, efisien, andal, serta mendukung target emisi nasional.

Suara.com - Selama ini, indikator kesuksesan transportasi sering kali hanya diukur dari satu hal: kecepatan. Seberapa cepat kita sampai ke kantor atau seberapa singkat waktu tempuh antar kota. Namun, di tahun 2026 ini, paradigma tersebut mulai bergeser. Masyarakat urban kini menginginkan lebih dari sekadar efisiensi waktu; kita menginginkan jaminan keamanan dan jejak karbon yang lebih rendah.

Transformasi menuju mobilitas yang lebih hijau dan manusiawi ini menjadi bahasan hangat dalam diskusi Transportation and Sustainability, Selasa (13/5). Pesannya jelas: masa depan transportasi kita harus berdiri di atas pilar keselamatan dan tanggung jawab lingkungan.

Keamanan: Jaminan Ketenangan dalam Perjalanan

Kita semua sepakat bahwa perjalanan terbaik adalah perjalanan yang membuat kita merasa tenang. Di sinilah peran layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) menjadi krusial.

Bukan sekadar prosedur formalitas, sistem ini menjadi fondasi agar setiap rel kereta yang kita lalui atau bus yang kita tumpangi benar-benar memenuhi standar keamanan tertinggi. Dengan pengujian struktur dan inspeksi jalan yang ketat, transportasi massal diharapkan tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga menjadi pilihan yang paling dipercaya masyarakat.

"PT Surveyor Indonesia terus mendorong terciptanya layanan transportasi massal yang lebih aman, nyaman, dan andal," ujar Frisko Parlaungan, Manager Operation Transportation PT Surveyor Indonesia.

Tujuannya satu, agar citra transportasi umum semakin baik di mata kita semua sebagai pengguna.

Selain keamanan, aspek minim emisi kini menjadi gaya hidup baru. Transportasi hijau bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

Dukungan terhadap net zero emission kini dilakukan melalui audit lingkungan dan manajemen karbon yang serius. Artinya, setiap pembangunan infrastruktur yang kita lihat saat ini mulai diawasi secara ketat dampak lingkungannya. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri kita di level global yang semakin menuntut praktik keberlanjutan.

baca juga
Diskusi Transportation and Sustainability di Jakarta, Selasa (13/5/2026). (dok. ist)
Diskusi Transportation and Sustainability di Jakarta, Selasa (13/5/2026). (dok. ist)

ESG: Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Aksi Nyata

Satu poin menarik yang muncul adalah mengenai implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance). Seringkali, istilah ini terdengar seperti tumpukan dokumen administratif yang membosankan. Namun, Ayunik Mahasabha, Manager Operation Sustainability PT Surveyor Indonesia, menegaskan bahwa ESG harus berbasis data nyata yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Pelaporan dan implementasi ESG perlu ditopang oleh data yang dapat menjadi dasar dalam mendukung pengembangan masyarakat di sekitar kawasan industri dan proyek pembangunan,” ujar Ayunik.

Data tersebut harus menjadi dasar untuk membangun masyarakat di sekitar proyek transportasi. Jadi, dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga oleh warga yang tinggal di sepanjang jalur pembangunan tersebut.

Kesimpulannya, transportasi masa depan adalah tentang harmoni. Antara mobilitas yang cepat, sistem yang aman bagi jiwa, dan operasional yang ramah bagi bumi. Melalui penguatan standar pengawasan dan komitmen pada keberlanjutan, perjalanan harian kita kini sedang dipersiapkan untuk menjadi lebih bermakna. Bukan hanya tentang sampai di tujuan, tapi tentang bagaimana kita sampai di sana dengan cara yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Penyaluran Social Loan BRI Tembus Rp718,8 Triliun pada Kuartal I 2026

Penyaluran Social Loan BRI Tembus Rp718,8 Triliun pada Kuartal I 2026

Bri | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:40 WIB

Terkini

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

×