Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
Ilustrasi Bundaran Hotel Indonesi (HI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Seorang WNA Italia menjadi korban penjambretan ponsel di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Mei 2026.
  • Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendesak aparat segera menangkap pelaku serta menyelidiki pola kejahatan sistematis di wilayah tersebut.
  • Pemprov DKI diminta mengevaluasi sistem pengawasan keamanan guna menjamin keselamatan publik dan menjaga citra Jakarta sebagai kota global.

Suara.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, angkat bicara soal penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Kamis (14/5/2026).

Kejadian bermula ketika korban sedang melihat ponselnya di tepi jalan, lalu pelaku yang mengendarai sepeda motor menarik paksa ponsel korban dan melarikan diri.

Korban sempat mengejar pelaku, namun terjatuh dalam upaya pengejarannya.

Insiden tersebut bukan yang pertama terjadi di wilayah Jakarta Pusat sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, pada 19 April 2026, seorang WNA asal Jerman bernama Robin juga menjadi korban penjambretan di depan Sekolah Santa Ursula, kawasan Pasar Baru, Sawah Besar.

Aksi yang terekam kamera dan viral di media sosial, dengan tiga orang pelaku berhasil ditangkap, termasuk dua eksekutor dan satu penadah.

Merespons kejadian berulang ini, Kevin Wu menyorot lokasi insiden terbaru yang tidak bisa lagi dipandang remeh oleh mereka yang berwenang menindak.

"Ini bukan sekadar kasus kriminal jalanan biasa, karena lokasinya adalah salah satu wajah utama Jakarta. Bundaran HI itu etalase ibu kota, simbol Jakarta modern, dan titik yang sering dilihat wisatawan maupun masyarakat internasional," ujarnya kepada Suara.com melalui keterangan tertulis.

Kejadian ini harusnya menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan aparat keamanan di wilayah terkait.

baca juga

"Kalau di kawasan seikonik Bundaran HI saja orang masih bisa dijambret, maka ini harus menjadi alarm serius bagi Pemprov DKI dan aparat keamanan. Jakarta ingin menjadi kota global, tapi kota global tidak boleh hanya bicara gedung tinggi, event internasional, dan slogan. Yang paling dasar adalah rasa aman di ruang publik," tegas Kevin Wu.

Ia pun memperingatkan dampak jangka panjang dari berulangnya kasus serupa terhadap citra Jakarta di mata dunia.

"Kejadian seperti ini kalau dibiarkan berulang akan merusak image Jakarta di mata publik, wisatawan, investor, dan komunitas internasional," sorot Kevin Wu tajam.

"Satu video viral tentang turis dijambret bisa menghapus banyak narasi promosi kota yang dibangun dengan biaya besar. Jangan sampai Jakarta dikenal bukan karena kemajuannya, tapi karena orang merasa tidak aman saat berjalan di ruang public," lanjutnya.

Legislator partai berlambang gajah ini mendorong kepolisian untuk segera menangkap pelaku, sekaligus mengusut apakah insiden ini bagian dari pola kejahatan yang lebih sistematis.

Suasana di Bundaran Hotel Indonesi (HI), Jakarta, Selasa (23/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana di Bundaran Hotel Indonesi (HI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kevin juga menuntut evaluasi serius dari Pemprov DKI Jakarta terkait penyelenggaraan sistem pengawasan keamanan di kawasan vital seperti Bundaran HI.

"Pemprov DKI tidak bisa lepas tangan. Perlu evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan kawasan strategis. Patroli terpadu, CCTV aktif dan terpantau, penerangan jalan, respons cepat petugas, serta koordinasi Satpol PP, Dishub, pengelola kawasan, dan kepolisian," kata dia.

Kevin mengakhiri pernyataannya dengan mengingatkan agar masalah-masalah seperti ini tidak disikapi reaktif, atau menunggu kejadian viral dulu baru ditindak.

"Keamanan warga dan wisatawan harus menjadi prioritas. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Pemerintah daerah harus punya sistem pencegahan, bukan hanya reaksi setelah kejadian tersebar di media sosial. Menjaga keamanan ruang publik sama artinya dengan menjaga wajah dan martabat Jakarta," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

×